Kapolri Janjikan Anak Aiptu Anumerta Sofyan Korban Bom Astana Anyar Masuk Polri

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjanjikan bakal mengurus seluruh anak mendiang Aiptu Anumerta Sofyan yang tewas akibat teror bom di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12).

Kapolri Janjikan Anak Aiptu Anumerta Sofyan Korban Bom Astana Anyar Masuk Polri
Kapolri Listyo Sigit Prabowo berbicara dalam jumpa pers terkait bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Rabu (7/12/2022). (Reuters/Willy Kurniawan)

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjanjikan bakal mengurus seluruh anak mendiang Aiptu Anumerta Sofyan yang tewas akibat teror bom di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12).

Selain itu, dia pun mengatakan putra sulung mendiang Sofyan yang kini duduk di bangku SMA agar menjadi anggota Polri seperti ayahnya.

Hal tersebut disampaikan Listyo secara langsung kepada istri Aiptu Sofyan dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Immanuel Bandung, pasca aksi teror tersebut.

BACA JUGA: Listyo Janji Bakal Urus Pendidikan Anak Korban Bom Bunuh Diri Astana Anyar untuk Masuk Polisi


Listyo mulanya menanyakan jumlah putra Aiptu Sofyan kepada pihak keluarga. Setelah mengetahui Aiptu Sofyan memiliki tiga putra di tingkat SD dan SMA, ia kemudian menjanjikan bakal mengurus pendidikan seluruhnya.

"Ibu yang sabar, tenang, nanti masalah putra-putranya nanti kita yang urus. Yang paling besar tuh kelas berapa, SMA kelas 2 ya, yaudah nanti nerusin (polisi). Biar nerusin (Aiptu Sofyan)," ujarnya dikutip dari akun Instagram resmi, Jumat (9/12).

Listyo mengatakan kehadirannya di rumah sakit guna mendoakan serta memberikan dukungan dan motivasi kepada para korban dan keluarga.

Listyo menyampaikan duka cita yang mendalam kepada personel kepolisian yang gugur dalam peristiwa teror bom bunuh diri Polsek Astana Anyar.

"Serta untuk memberikan penghormatan kepada almarhum Aipda Sofyan yang telah gugur saat peristiwa bom bunuh diri," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Listyo juga mengingatkan kepada seluruh personel kepolisian agar tetap menjalankan tugasnya secara profesional dalam memberikan rasa aman dan damai kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Tetaplah kuat Bhayangkaraku. Apapun yang terjadi, teruslah semangat melaksanakan tugas pokok untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," kata jenderal bintang empat itu.

Aksi bom bunuh diri terjadi di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung pada Rabu (7/12) pagi, sekitar pukul 08.20 WIB.

Kapolrestabes Bandung Kombes Aswin Sipayung mengatakan peristiwa itu terjadi saat jajaran Polsek Astana Anyar sedang melakukan apel pagi. Saat itu, Agus Sujatno masuk ke dalam polsek dengan mengacungkan senjata tajam dan menerobos barisan apel.

BACA JUGA: Ibu hingga Kakek Pelaku Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar Bandung Diperiksa Polisi


Agus yang menjadi pelaku tewas di tempat dengan lubang di bagian punggung akibat efek ledakan. Agus merupakan mantan narapidana kasus terorisme yang baru bebas pada Maret 2021. Dia sebelumnya dipenjara karena menjadi perakit bom Cicendo pada awal 2017.

Aksi teror itu juga menewaskan Aipda Sofyan dan membuat 11 orang lainnya luka-luka. Seorang warga sipil turut menjadi korban dalam ledakan itu. Dua anggota Polri masih menjalani perawatan.(eky)