Kali Ciliwung Meluap, 25 RT di DKI Terendam Banjir pada Pagi Hari Ini

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 25 RT di ibu kota terendam banjir pada Kamis pagi hari ini (13/10). Kepala Pelaksana BPBD Isnawa Adji mengatakan banjir diakibatkan luapan Kali Ciliwung.

Kali Ciliwung Meluap, 25 RT di DKI Terendam Banjir pada Pagi Hari Ini
Ilustrasi. Banjir rendam 25 RT DKI Jakarta.

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 25 RT di ibu kota terendam banjir pada Kamis pagi hari ini (13/10). Kepala Pelaksana BPBD Isnawa Adji mengatakan banjir diakibatkan luapan Kali Ciliwung.

Jumlah RT yang tergenang banjir tersebut merujuk data terkini BPBD DKI pada Kamis (13/10) pukul 06.00 WIB.

"BPBD mencatat genangan yang sebelumnya terjadi di 13 RT, saat ini menjadi 25 RT," kata Isnawa dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/10).

Isnawa merinci dari 25 RT yang terendam banjir, 14 berada di Jakarta Selatan dan 11 di Jakarta Timur. Ketinggian banjir mulai dari 40 cm hingga 200 cm.

BACA JUGA : Pemotor Wanita Hilang Terseret Banjir Hingga Jatuh ke Gorong-gorong di Bogor, BPBD: Kita Lanjut Pencarian Hari Ini

Jakarta Selatan terdapat 14 RT.
Kel. Pejaten Timur
- Jumlah: 3 RT
- Ketinggian: 40 cm
- Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

Kel. Rawajati
- Jumlah: 10 RT
- Ketinggian: 40 s.d 100 cm
- Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

Kel. Kebon Baru
- Jumlah: 1 RT
- Ketinggian: 45 s.d 75 cm
- Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

Jakarta Timur terdapat 11 RT.
Kel. Cawang
- Jumlah: 11 RT
- Ketinggian: 40 s.d 200 cm
- Penyebab: Luapan Kali Ciliwung

BACA JUGA : Banjir di Jakarta Meluas, Kini Dikabarkan 68 RT Terendam

Akibat banjir tersebut empat kepala keluarga (KK) atau sembilan jiwa di Kelurahan Rawajati harus mengungsi ke Puskesmas RT 004/RW 007.

Berdasarkan informasi kewaspadaan cuaca ekstrem yang dirilis BMKG untuk periode tanggal 9-15 Oktober 2022, telah terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang melanda sebagian besar wilayah DKI Jakarta pada Rabu (12/10).

Hal ini menyebabkan kenaikan status siaga, Pos Pantau Depok menjadi Siaga 3 (Waspada), Pos Pantau Sunter Hulu Siaga 3 (Waspada) dan Pintu Air Manggarai Siaga 3 (Waspada).

BPBD lantas mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah, dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan bersama dengan lurah dan camat setempat.

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," jelas Isnawa.

Isnawa juga mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan yang terjadi.(lal)