KAI Respons KA Parahyangan Ditutup saat Kereta Cepat Beroperasi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merespons isu KA Argo Parahyangan akan ditutup saat kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mulai beroperasi Juni 2023.

KAI Respons KA Parahyangan Ditutup saat Kereta Cepat Beroperasi
Foto ilustrasi.

NUSADAILY.COM - JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merespons isu KA Argo Parahyangan akan ditutup saat kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mulai beroperasi Juni 2023.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait hal tersebut. Ia mengatakan KAI saat ini masih mengoperasikan KA Argo Parahyangan seperti biasa.

"KAI juga masih fokus mempersiapkan hadirnya layanan kereta api cepat Jakarta Bandung beserta KA Feeder dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung bagi pelanggan kereta cepat yang ingin melanjutkan perjalanannya ke berbagai wilayah lainnya," ujarnya dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (1/12).

BACA JUGA : Miris, Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak Kereta Api...

Joni menambahkan KAI sebagai BUMN akan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Isu KA Argo Parahyangan akan berhenti setelah adanya KCJB telah beredar sejak awal November lalu. Saat itu, Joni mengatakan KA Argo Parahyangan tetap akan beroperasi seperti biasa.

"Kami tegaskan bahwa KA Argo Parahyangan tetap beroperasi seperti biasa dan kita belum ada arahan yang resmi terkait isu tersebut," kata Joni, dikutip dari detikcom.

BACA JUGA : KAI Daop 1 Jakarta Catat Tiket Kereta Jarak Jauh Periode...

Sementara itu, KCJB ditargetkan beroperasi mulai pertengahan 2023 mendatang. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan progres fisik KCJB telah mencapai 81,66 persen per November 2022.

Sementara dari sisi biaya, KCJB mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) sebesar US$1,4 miliar. Cost overrun tersebut dipenuhi melalui skema 25 persen ekuitas dan 75 persen pinjaman.

"Porsi ekuitas Indonesia atas cost overrun proyek KCJB yaitu sebesar US$217,5 juta atau Rp3,29 triliun," kata pria yang akrab disapa Tiko ini.(lal)