Kabar Teranyar Gempa Cianjur, 318 Meninggal, 73.693 Orang Mengungsi, 58.049 Rumah Rusak

Akibat gempa yang terjadi pada Senin (21/11) itu menyebabkan sebanyak 58.049 rumah yang rusak. Rinciannya ialah rusak berat 25.186 rumah, rusak sedang 12.496 rumah, dan rusak ringan 20.367 rumah. "Selanjutnya infrastruktur yang rusak, untuk sekolah 368, tempat ibadah 144, fasilitas kesehatan 14, gedung atau perkantoran 16," katanya.

Kabar Teranyar Gempa Cianjur, 318 Meninggal, 73.693 Orang Mengungsi, 58.049 Rumah Rusak
Tempat Pengungsian warga korban gempa cianjur

NUSADAILY.COM – CIANJUR - Korban tewas akibat gempa di Cianjur, Jawa Barat, bertambah menjadi 318 orang. BNPB melaporkan 73.693 orang mengungsi sejak hari pertama hingga hari kelima (H+5).

"Adapun warga yang mengungsi per hari ini akumulasi dari hari pertama 73.693 orang," kata Deputi 3 Tanggap Darurat BNPB Mayor Jenderal Fajar Setiawan alam konferensi pers, Sabtu (26/11/2022).

Akibat gempa yang terjadi pada Senin (21/11) itu menyebabkan sebanyak 58.049 rumah yang rusak. Rinciannya ialah rusak berat 25.186 rumah, rusak sedang 12.496 rumah, dan rusak ringan 20.367 rumah.

"Selanjutnya infrastruktur yang rusak, untuk sekolah 368, tempat ibadah 144, fasilitas kesehatan 14, gedung atau perkantoran 16," katanya.

Lalu, tercatat ada 16 kecamatan yang terdampak akibat gempa berskala 5,6 MMI itu. Dari 16 kecamatan itu terdapat 146 desa.

Tim DVI Identifikasi 123 Jenazah
Sebelumnya, Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Polri Kombes Ahmad Fauzi, seperti dilansir detikJabar, mengatakan TIM DVI Polri telah menerima 131 kantong jenazah. Sebanyak 130 kantong berisi jenazah utuh dan satu kantong jenazah berisi body part atau bagian tubuh.

Hingga Rabu (23/11), DVI Polri telah mengidentifikasi 123 jenazah. Jenazah langsung diserahkan ke pihak keluarga. Pada Kamis (24/11) kemarin, Tim DVI mengidentifikasi lagi satu jenazah dengan nomor PM062022 Cianjur 117.

Nomor tersebut cocok dengan data antemortem nomor 63 yang teridentifikasi sebagai Nining, wanita 64 tahun, dengan alamat Sarampad, RT 01 RW 02, Kecamatan Cugenang, Cianjur. Dia teridentifikasi berdasarkan sidik jari dan catatan medis.

"Untuk anak itu 59, sementara itu ada 65 jenazah berada dalam kategori dewasa. Sedangkan satu lagi baru kita identifikasi hari ini, dewasa. Jadi yang dewasa totalnya 66," kata Ahmad Kamis (24/11).(han)