Kabar Santer ! DPP PKB Rekom Cabup Mas Iin, Cawabupnya Abah Usman atau Ning Ainun

“Saya patuh kepada partai. Apa yang diputuskan, akan saya lakukan,” kata Mas Iin, yang santer dikabarkan mendapat rekom sebagai Cabup PKB pada Pilkada Sidoarjo 2024.

Jun 8, 2024 - 11:14
Kabar Santer ! DPP PKB Rekom Cabup Mas Iin, Cawabupnya Abah Usman atau Ning Ainun
Mas Iin bersama dengan Abah Usman, dan Ning Ainun yang juga mulai diperhitungkan sebagai cawabup PKB.

NUSADAILY.COM – SIDOARJO; Suhu politik Sidoarjo semakin memanas, menyusul kabar senter dari DPP PKB yang segera menurunkan rekom kepada Ahmad Amir Aslichin, sebagai Cabup pada Pilkada Sidoarjo 2024. Menariknya, calon wakil bupati (Cawabup) sebagai pasangannya, selain H. Usman M.Kes sebagai nominator, telah muncul nama di luar daftar Desk Pilkada PKB Sidoarjo.

Terkait kepentingan Pilkada serentak pada tahun ini, DPP PKB rupanya telah memperlakukan Sidoarjo berbeda dengan daerah lainnya. Jika beberapa daerah lain di Jatim, sudah ditetapkan cabup dan cawabupnya, sementara Sidoarjo masih ditangguhkan.  Namun perkembangan dalam tiga hari terakhir,  mulai ada sinyal terang benderang,--bahwa rekom dari DPP PKB segera diturunkan ke Mas Iin, sapaan anggota DPRD Jatim yang juga putra mantan Bupati Saiful Ilah.

Dus, kabar ini pun langsung menyeruak, menjadi pembahasan paling aktual publik Sidoarjo mulai kemarin hingga hari ini. Di beberapa media sosial (medsos), seperti group Whatsapp (WA) Suara Masyarakat Sidoarjo (SMS) beranggotakan 400-an orang, cukup ramai membahas persoalan rekom DPP PKB.

Beberapa komentar mereka menunjukkan respon positif dan menyambut suka cita atas kabar itu. Namun sisi lain ada pihak yang terkesan ‘kebakaran jenggot’. Bahkan dalam komentarnya memberi isyarat menantang taruhan hingga jumlahnya mencapai nilai miliaran rupiah. Dia menebak bahwa rekom tidak jatuh ke Mas Iin, sebaliknya akan jatuh ke jagonya’. Terjadinya silang pendapat bagi kedua kubu ini tentunya semakin meningkatkan intensitas konstelasi politik Pilkada Sidoarjo.

Terlepas fenomena ini,--yang tidak kalah menarik dalam konstelasi politik Sidoarjo adalah siapa Cawabup yang dipasangkan Mas Iin. Berdasarkan sumber di DPP PKB mengungkapkan, setelah Mas Iin diputuskan sebagai Cabup, pihak partai saat ini mulai mencermati nama-nama yang dinilai cocok sebagai Cawabupnya.

Sosok Abah Usman, sapaan Ketua DPRD Kab. Sidoarjo, memang disebut-sebut paling berpeluang besar  mendampingi Mas Iin. Sebelumnya, dua kader terbaik PKB yang berkhitmad ke NU ini sudah ramai menghiasi rana publik. Keduanya dipasangkan pada Pilkada 2024. Di mana, Mas Iin sebagai Cabup dan Cawabupnya Abah Usman, atau sebaliknya Cabup Abah Usman dan Cawabupnya Mas Iin dengan tagline; “Wolak Walik Podo Apik’e”.

Seorang fungsionaris PKB mengatakan, keduanya memang kader terbaik partai.  “Sebagai ketua DPRD, sejauh ini Pak Usman dinilai cukup bagus kinerjanya, terutama dalam pengelolaan lembaga legislatif dengan segala tupoksinya,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut dia, pemasangan Cabup dan Cawabup ini masih terus dicermati pihak DPP PKB sebelum ada keputusan final. “Soal cawabupnya bisa dipilih cabup, namun tetap persetujuan DPP atau  sebaliknya. Tunggu saja perkembangannya, bahkan saat ini selain Pak Usman, juga beberapa nama lain telah masuk ke DPP,” ujarnya.

Dikatakan, nama-nama Cawabup masuk ke DPP tidak hanya mereka yang daftar ke desk Pilkada PKB Sidoarjo. Beberapa nama di luar itu mulai ikut dipertimbangkan sebagai Cawabup mendampingi Mas Iin. Di antaranya adalah KH Zainal Abidin, Ketua PC NU Sidoarjo dan Hj Ainun Jariyah, Ketua PC Muslimat NU Sidoarjo.

Kabarnya, Ning Ainun, sapaan anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari PKB ini memiliki kans lebih besar mendampingi Mas Iin, jika batal dipasangkan dengan Abah Usman. Pertimbangannya, karena Abah Usman dinilai lebih pas untuk kembali menahkodai DPRD Sidoarjo. Kata lain, Abah Usman diproyeksikan kembali menjabat Ketua DPRD periode 2024-2029.

Sementara itu, Mas Iin beberapa kesempatan selalu menegaskan dirinya patuh apa yang menjadi keputusan partai, termasuk cawabup yang dipasangkan dirinya. “Saya patuh kepada partai. Apa yang diputuskan, akan saya lakukan,” ujarnya.

Saat ini kubu Mas Iin terus menggeber langkahnya dengan berbagai strategis politiknya guna meningkatkan elektabilitas. Dalam sepekan terakhir, dia terlihat ‘gaaasss polll’,--selain menebar baliho hampir di semua sudut kota maupun kampung di wilayah Sidoarjo, juga  melakukan komunikasi politik dengan berbagai komponen masyarakat.

Langkah konsolidasi terus dilakukan. Tidak hanya internal jaringan PKB hingga ke akar rumput, juga terhadap kalangan kaum nahdliyin, sebagai kekuatan signifikan pada Pilkada yang dihelat 27 Nopember 2024.  

Kelebihan lain dari Mas Iin, keluarga besarnya dekat pula dengan tokoh dan keluarga besar Muhammadiyah Sidoarjo. Ini tidak lepas dari almarhum H. Anwar, yang merupakan kekek dari Mas Iin,  pernah menghibahkan lahan puluhan hektare untuk kepentingan pengembangan pendidikan Muhammadiyah Sidoarjo. Sehingga dengan segala potensi dan kekuatan politik di semua lini, Mas Iin bisa menjadi ‘kartu truf’  bagi PKB untuk kembali memenangi Pilkada. (*/ful)