Jurnalis Ungkap China sedang Krisis Ekonomi, Xi Jinping Bungkam

Diberitakan AFP, moderator konten di Weibo mengatakan pada Senin (26/6) bahwa mereka telah memblokir tiga pengguna terverifikasi karena "menyebarkan noda terhadap perkembangan pasar sekuritas" dan meningkatkan tingkat pengangguran.

Jun 28, 2023 - 00:25
Jurnalis Ungkap China sedang Krisis Ekonomi, Xi Jinping Bungkam

NUSADAILY.COM – BEIJING - Otoritas China memblokir media sosial seorang jurnalis ternama karena membandingkan masalah ekonomi Negeri Tirai Bambu dengan krisis ekonomi berat yang sempat melanda dunia sekitar tahun 1920-30an atau biasa disebut great depression.

Akun Weibo Wu Xiaobo, jurnalis bisnis terkemuka dengan 4,7 juta pengikut, terpantau tertulis "dalam keadaan dilarang karena melanggar hukum dan peraturan yang relevan."

Diberitakan AFP, moderator konten di Weibo mengatakan pada Senin (26/6) bahwa mereka telah memblokir tiga pengguna terverifikasi karena "menyebarkan noda terhadap perkembangan pasar sekuritas" dan meningkatkan tingkat pengangguran.

Weibo tidak merinci tiga nama pengguna tersebut. Namun, salah satu dari mereka disebut memiliki tiga karakter nama yang dimulai dari "Wu" dan diakhiri "Bo".

Wu sejauh ini tidak menanggapi permintaan AFP untuk berkomentar.

Pada Selasa (27/7), unggahan di halaman Weibo Wu tampak ludes tak bersisa usai aktif diisi konten sejak April 2022.

Wu selama ini dikenal banyak menulis kesengsaraan ekonomi di majalah keuangan China, Caixin. Ia juga menulis soal tingkat kelahiran yang merosot dan meroketnya pengangguran di antara kaum muda.

Dalam salah satu tulisannya, dia membandingkan kondisi China saat ini dengan krisis ekonomi berat yang melanda dunia pada 1930-an.

Pada kolom lain baru-baru ini, ia juga mempertanyakan soal apakah pelonggaran moneter akan mampu "memecahkan masalah ekonomi saat ini".

Hingga Selasa, kolom-kolom ini tampak belum dihapus dari internet.

Pemulihan ekonomi Beijing pasca-Covid-19 belakangan memang mengendur. Dalam beberapa pekan terakhir, data menunjukkan perekonomian melesu yang menandakan rebound tak berjalan efektif.

Sementara itu, media domestik China selama ini dikendalikan oleh negara. Seiring dengan itu, otoritas kerap melakukan penyensoran di media sosial guna menekan narasi-narasi negatif atau liputan kritis.(han)