Wanita Muda Kepanjen Tewas Mabuk Berat, Pelaku Sembunyikan Mayat Berhari-Hari

  • Whatsapp
Wanita muda kepanjen tewas mabuk berat
Dua tersangka yang membiarkan Dewi Lestari berkendara dalam kondisi mabuk berat dimintai keterangan Kapolres Malang, Jumat (30/4/2021).Foto: Ajeng Jasita/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG- Wanita muda Kepanjen yang tewas mabuk berat, Dewi Lestari (25th) mati akibat kelalaian. Jajaran Satreskrim Polres Malang hari ini, Jumat (30/4/2021) menggelar perkara terkait kasus dugaan pembunuhan. Yakni yang terjadi di Desa Kedungpedaringan Kecamatan Kepanjen seminggu lalu, Jumat (23/4/2021).

BACA JUGA: Mayat Perempuan Muda Terbungkus Tikar – Nusadaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Hanya Gara-Gara Cemburu, Pemuda Asal Malang Ini Tikam Pacar hingga Tewas – Imperiumdaily.com

Peristiwa ini dinyatakan bukan pembunuhan akan tetapi disebabkan oleh kelalaian kedua teman korban. Yakni Hidayah Cahyo Putro dan Mohammad Abdul Aziz yang membiarkan korban dalam keadaan mabuk yang akhirnya meninggal dunia.

“Kasus ini cukup unik ya, bukan pembunuhan akan tetapi kelalaian kedua orang teman korban. Sebelumnya korban memang dalam keadaan mabuk setelah mengkonsumsi 15 sachet obat batuk Komik,” tutur Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, Jumat (30/4/2021) hari ini.

Setelah dilakukan investigasi oleh jajaran Satreskrim, ternyata korban dan kedua pelaku memang telah merencanakan. Untuk mabuk bareng pada Senin (19/4/2021) malam, pukul 23.00 di depan Stadion Kanjuruhan.

“Akhirnya, mereka melancarkan aksinya mabuk bareng di Stadion Kanjuruhan malam itu. Dari pukul 23.00 WIB hingga Selasa dini hari, (20/4/2021) pukul 01.30 WIB dengan meminum arak sebanyak 1 liter,” sambungnya.

Mabuk Berat, Korban Dibiarkan Berkendara

Dalam keadaan mabuk berat, korban ingin mengendarai sepeda motornya sendiri namun tak dilarang oleh kedua rekannya.

“Jadi sekitar pukul 01.30 WIB korban mengendarai motornya sendiri dengan dalih akan mengambil uang ke rumahnya. Kemudian Cahyo dan Aziz sempat mengikuti korban sampai di jembatan sekitar Dusun Klaten, sempat berbincang-bincang dan melanjutkan perjalanan,” pungkas Hendri.

Setelah itu, dilanjutkan Hendri, dalam keadaan tak dapat mengendalikan diri. Korban akhirnya terjatuh ke petak sawah dengan posisi telungkup pada bagian muka dan bagian bawah tubuh tertimpa motor.

“Setelah korban nyungsep, Cahyo dan Aziz memang langsung membantu. Serta terdapat dua saksi lainnya yang melintas pada saat itu juga sempat menolong. Kemudian korban langsung dibonceng oleh keduanya. Dengan posisi korban di tengah. Kemudian mereka menuju ke rumah salah satu rekannya, Syahrul,” ungkapnya.

Usai sampai di kediaman syahrul, korban tak diberi pertolongan apapun oleh rekan-rekannya. Sehingga keadaan ini memperparah kondisi korban.

“Sesampainya di rumah Syahrul, langsung ditinggal tidur oleh rekan-rekannya si korban ini. Hingga akhirnya sampai pukul 7 pagi keesokan harinya. Korban yang lemah tetapi masih dalam keadaan hidup dipamiti oleh Aziz dan Cahyo untuk bekerja,” bebernya soal wanita muda kepanjen tewas mabuk berat.

Kemudian, sampai akhirnya korban meninggal pada pukul 10.00 WIB di rumah Syahrul.

“Waktu korban meninggal, mereka langsung memberi kabar ke orang tua korban sekitar pukul 3 sore. Akan tetapi bilangnya meninggal di Rumah Sakit padahal posisi jenazah masih di rumah Syahrul,” timpalnya.

Jenazah Ditaruh di Gubuk hingga Kebun Tebu

Dalam keadaan panik, para rekan-rekan korban langsung memindah jenazah ke gubuk dekat rumah Syahrul. Dengan harapan masyarakat sekitar tidak ada yang mengetahui peristiwa hari itu.

“Korban ini dipindah ke gubuk sekitar situ, sampai pada hari, Rabu (21/4/2021) korban tak diapa-apakan. Dalam arti tidak dikubur hingga pada hari Kamis (22/4/2021). Kedua orang ini berinisiatif memindahkan jenazah korban ke kebun tebu yang berjarak 100 meter dari situ,” imbuh Hendri.

Ditambahkan Hendri, dalam keadaan sudah membusuk dengan rambut yang mulai copot dari kepalanya. Korban ini diseret ke kebun tebu hari Kamis (22/4/2021) malam harinya pukul 20.00 WIB.

Dengan terburu-buru pelaku meninggalkan korban pada malam itu. Namun tak lama kemudian ada saksi yang mengetahui keberadaan jenazah korban yang dibiarkan di kebun tebu tersebut.

“Karena merasa ada yang menyenter, kedua pelaku buru-buru kabur. Kemudian benar saja ada saksi ternyata yang melakukan pelaporan ke Polsek Kepanjen. Sehingga dalam waktu dua hari proses penyidikan dilakukan dan terungkap kedua orang pelakunya,” tukasnya.

Satu Pelaku Lari Tertangkap di Pagak

Cahyo segera diamankan petugas saat pulang kerja dan Aziz diamankan di daerah Kecamatan Pagak. Karena berupaya melarikan diri dan bersembunyi di salah satu rumah rekannya.

Tak lupa, Hendri menyampaikan pasal tindak pidana yang dikenakan kepada kedua pelaku sebab kelalaiannya menyebabkan 1 nyawa melayang.

“Dua orang ini tetap salah, walaupun bukan pembunuhan akan tetapi ini adalah kelalaian dan tetap kami tindak. Kita tetapkan pasal 359 KUHP mengenai kelalaian. Sehingga menyebabkan seseorang meninggal dunia dengan hukuman penjara 5 tahun penjara. Dan dilapis pasal 181 KUHP terkait menyembunyikan seseorang yang telah meninggal dunia. Dengan hukuman penjara 9 bulan penjara atau denda Rp 4.500,” jelasnya.

Terakhir, ada beberapa kemungkinan tambahan pengenaan pasal yakni 531 KUHP. Bahwa barang siapa yang menyaksikan orang dalam keadaan menjemput maut. Tapi tak diberikan pertolongan apapun maka dapat dijatuhi hukuman juga.

“Kemungkinan ada tiga sampai empat orang lainnya yang masih dalam tahap pemeriksaan dan jika terbukti bersalah akan dikenakan pasal 531 KUHP,” Hendri mengakhiri.(aje/cak)