Wali Kota Malang Cek Protokol Isolasi Mandiri di Yayasan Bhakti Luhur

  • Whatsapp
yayasan malang
Ilustrasi Yayasan Bhakti Luhur. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Pasca ratusan orang dinyatakan positif swab antigen, Wali Kota Malang, Sutiaji mendatangi Yayasan Bhakti Luhur, Kota Malang, Rabu (3/3/2021). Kedatangan orang nomor satu di Kota Malang tersebut untuk memastikan penerapan protokol penanganan Covid-19 dalam pelaksanaan isolasi mandiri.

“Saya memastikan, bahwa ketika melakukan isolasi mandiri, prosedur, sarana, prasarana harus mencukupi. Saya kira ini sudah sesuai dengan protokol penanganan Covid-19,” terang dia.

Baca Juga

Menurut Sutiaji, protokol penanganan Covid-19 yang diterapkan oleh Yayasan Bhakti Luhur, telah memenuhi ketentuan untuk pelaksanaan isolasi mandiri. Dalam waktu dekat, Dinas Kesehatan Kota Malang akan kembali melakukan swab antigen kepada 170 orang penghuni itu.

BACA JUGA: 170 Penghuni Yayasan Bhakti Luhur Malang Reaktif Rapid Test Antigen

“Yang berada di sini tanpa gejala, nanti akan kami lakukan swab antigen kembali. Ini merupakan langkah mitigasi,” kata dia.

Sutiaji menambahkan, penanganan untuk para penghuni Yayasan Bhakti Luhur tersebut berbeda karena kebanyakan berkebutugan khusus. Sehingga, harus dilakukan isolasi mandiri pada fasilitas yang tersedia dan tidak semuanya dipindahkan ke Rumah Sakit Lapangan Ijen Boulevard.

“Ini memerlukan keahlian tersendiri dan di sini sudah ada pengasuhnya. Pengasuh yang ada di sini lebih mengerti kondisi mereka, namun tetap harus menerapkan protokol Covid-19,” tandas dia

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 170 penghuni Yayasan Bhakti Luhur di Kota Malang positif setelah menjalani swab antigen. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan tracing penyebaran Covid-19 di area tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, di panti tersebut, terdapat sebanyak 500 orang penghuni, termasuk para pengasuh.

“Dari 500 orang penghuni, dan pengasuh yang dilakukan swab antigen, ada sebanyak 170 orang yang dinyatakan positif,” terang dia, Senin (1/3/2021).

Husnul menjelaskan, saat ini, sebanyak 170 orang penghuni dan pengasuh pada Yayasan Bhakti Luhur tersebut, telah dipisahkan dan menempati area khusus.

“Pemisahan tersebut, dilakukan pada bangunan yang terisolir agar tidak ada potensi penyeran virus,” lanjut dia.

BACA JUGA: 21 Penghuni Yayasan Bhakti Luhur Kota Malang Dirawat di RS lapangan Ijen Boulevard

Husnul menambahkan, pekan lalu, terdapat lima orang penghuni Yayasan Bhakti Luhur yang mengalami gejala flu, seperti batuk dan pilek. Penanggung jawab kesehatan di yayasan tersebut, melaporkan hal itu ke puskesmas terdekat. Kemudian, pihak puskesmas melakukan pelacakan dengan melaksanakan rapid antigen kepada seluruh penghuni Yayasan Bhakti Luhur tersebut.

“Kenapa antigen, berdasar keputusan Menteri Kesehatan yang baru, swab antigen bisa dilakukan untuk penegakan diagnosa,” kata Husnul.

Husnul memastikan pasokan asupan gizi, di yayasan tersebut dalam kondisi yang aman dan mencukupi. Selain itu, penerapan protokol kesehatan penanganan Covid-19 akan diterapkan secara ketat, termasuk tidak memperbolehkan adanya kunjungan dari pihak keluarga.(nda/lna)