Wagub Jatim Jadikan Momen Gempa untuk Menguji Early Warning System Tsunami

  • Whatsapp
Wagub Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (kanan) saat memaparkan terkait gempa bumi di Malang dan menjadikan peristiwa ini sebagai langkah pengujian Early Warning System Tsunami.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak ke Malang hari ini, Sabtu (10/4/2021) sempat diwarnai kepanikan warga setempat akibat terjadinya gempa yang berkekuatan 6.7 SR yang berasal dari arah Selatan Pulau Jawa.

Baca Juga

Dengan adanya kejadian tersebut, lokasi giat yang dikunjungi Emil terpaksa dialihkan demi terjaganya keberlangsungan acara dihari itu.

“Saya ini barusan sampai parkiran Hotel Aria Gajayana Malang, masih didalam mobil, terus kenapa orang orang kok pada keluar semua, kemudian mulai terasa guncangan gempanya,” papar Emil.

Dikhawatirkannya, gempa begini akan ada potensi Tsunami, akan tetapi koordinasi yang dilakukan pihaknya dengan BMKG berlangsung cepat sehingga indikasi mengenai potensi Tsunami tidaklah benar.

“Kami langsung lakukan koordinasi dengan pihak BMKG, alhamdulilah tidak ada potensi Tsunami, akan tetapi harus waspada, tak lupa moment ini juga kita jadikan untuk mencoba kehandalan early warning sistem saat tsunami apakah berfungsi dengan baik atau tidak,” sebutnya.

Pemprov Siap Tangani Situasi

Informasi terkait kerusakan berbagai rumah, fasilitas pendidikan hingga fasilitas umum langsung diterimanya, oleh sebab itu Emil mengaku Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan siap menangani situasi ini.

“Kami lakukan langkah koordinasi dengan pihak Pemprov Jatim, seperti kapan kondisi ini akan dieskalasi ke BPBD Provinsi, dan bagaimana BPBD Kabupaten/Kota menanganinya,” pungkasnya.

Dikatakannya tadi sudah ada pemetaan semua, tentunya ini akan dibahas, kalau ada yang membutuhkan back up, pasti akan back up, tapi kalau BPBD Kabupaten/Kota bisa menangani ya biar berjalan dulu karena itu sudah ada sistemnya.

“Saya mendengar ada kerusakan rumah dan fasilitas sekolah yang di Malang Selatan tadi, saya sendiri baru melihat dalam bentuk tulisan, belum melihat dalam bentuk survey gambar jadi saya dalam posisi belum dapat berkomentar untuk saat ini,” tandasnya.

Tak lupa, Emil mengucapkan belasungkawa yang sedalam dalamnya terhadap korban yang meninggal akibat musibah ini dan berharap keluarga yang ditinggalkan dapat melepas dengan ikhlas.

“Mari kita doakan supaya tidak ada korban lagi, bagi yang menjadi korban jiwa kita doakan semoga husnul khotimah serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” tutup Emil. (aje/aka)