Vaksin Datang, Khofifah: Saya Siap Jadi yang Pertama Divaksin

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyatakan siap menjadi orang pertama di Jatim yang disuntik vaksin Covid-19. Keputusan ini diambil Khofifah guna meyakinkan masyarakat bahwa vaksin yang digunakan halal dan aman.

Baca Juga

Rencananya, vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech datang pada pekan pertama Januari 2021. Jawa Timur sendiri mendapatkan jatah 317.000 dosis vaksin.

“Saya siap untuk divaksin pertama untuk Jawa Timur,” ungkap Gubernur Khofifah saat Media Gathering di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (26/12/2020).

Khofifah meyakini tidak sedikit masyarakat yang masih ragu untuk divaksin. Maka dari itu, Ia berharap keputusannya itu bisa membuat masyarakat Jatim semakin yakin dan percaya jika vaksin itu aman.

Kehadiran vaksin ini diharap mampu membawa Jawa Timur dan Indonesia terlepas dari pandemi Covid-19. Dan roda perekonomian, pendidikan, pemerintahan, peribadatan , sosial dan sebagainya bisa berjalan kembali normal seperti sedia kala.

Terkait jumlah dosis yang diperoleh Jatim, kurang lebih ada 158.000 orang akan divaksin. Hal karena satu orang harus divaksin dua kali dalam jeda waktu 14 hari.

“Untuk peruntukkan, akan diutamakan bagi para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan melawan Covid-19, TNI- POLRI serta guru,” terangnya.

Dalam hal distribusi vaksin, Khofifah menyebut Pemprov Jatim telah menyiapkan 2.404 vaksinator yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota.

Vaksinator telah bersertifikat setelah mengikuti training dalam tujuh angkatan dan setiap kabupaten/kota terdapat dua programer.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim telah menyiapkan wadah khusus penyimpanan vaksin 1.860 cold chain dan 8.601 vaccine carrier dengan suhu tertentu. Secara khusus Kadinkes diperintahkan memastikan semua sarana dan prasarana dalam kondisi standart.

“Saya ingin semua dilakukan verifikasi. Jangan hanya angka, tapi cek kondisinya. Karena ini terkait dengan keamanan vaksin,” pesannya.

Khofifah mengingatkan agar masyarakat senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara disiplin demi kebaikan bersama.

Peran Media

Di acara media gathering bertema ‘Antisipasi Dampak Natal dan Tahun Baru 2021 serta penanganan Covid-19’ ini, Khofifah juga meminta peran aktif dari awak media menyampaikan pesan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Gunakan Pendekatan Sesuai Budaya Lokal

Pendekatan-pendekatan oleh media kepada masyarakat sampai ke pelosok disebut Gubernur Khofifah bisa dijalankan dengan melakukan pendekatan sesuai budaya lokal.

“Jika lewat Radio lokal, maka bisa disampaikan dengan bahasa daerah masing-masing,” imbuhnya.

Pentahelix approach dalam menjalankan protokol kesehatan sebagai salah satu kunci utama penurunan angka Covid-19 di Jatim.

Pemerintah menjelaskan per hari Sabtu (26/12) menambah RS Rujukan dari 127 RS, menjadi 145 unit.

Dari bed 6.611 menjadi 7.001 bed. Tak hanya penambahan RS Rujukan, IGD untuk penyakit menular di RS dr. Soetomo Surabaya disiapkan.

Penambahan bed di rumah sakit sampai pendirian Rumah Sakit Lapangan di Ijen, Malang menjadi bukti nyata keseriusan Pemprov Jatim dalam menekan laju penyebaran Covid-19.

“Sampai hari ini Covid-19 belum berhenti. Semua kesiapan yang dilakukan pemerintah, akan menjadi sia-sia jika tidak didukung dengan kepatuhan di masyarakat,” pungkas orang nomor satu Jatim ini.

Turut hadir dalam Media Gathering, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto Kapolda Jatim Irjen Pol. Nico Afinta, Pangko Armada II (Laksda) TNI I.N.G Sudihartawan dan berbagai perwakilan media.(ima/aka)