UMK Jatim Hari Ini Diumumkan, Khofifah: Kami Seimbangkan Kepentingan Pengusaha dan Buruh

  • Whatsapp
khofifah umk
Suasana demonstrasi mendesak Pekerja/Buruh terkait kenaikan Upah Minimum. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerbitkan Surat Keputusan (SK) Upah Minimum Kota/ Kabupaten, Sabtu (21/11/2020).

Penerbitan SK itu berdasarkan usulan Bupati/Wali Kota seluruh kabupaten/kota di Jatim. Pemprov Jatim sendiri telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2021 sebesar Rp 1.868.777,08 atau naik 5,5 persen bila dibandingkan UMP 2020 sebesar Rp1.768.000.

Baca Juga

BACA JUGA: Khofifah Minta KADIN Jatim Perkuat Transformasi Digital dan UMKM

Sebelumnya, Gubernur Khofifah telah menyerap aspirasi APINDO Jatim serta Bupati/Walikota dan perwakilan buruh yang melakukan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Kamis (19/11/2020).

Demonstrasi ribuan buruh dari SPSI, Sarbumusi, KSPI tersebut berjalan dengan aman tertib dan damai.

Khofifah menyampaikan semua aspirasi yang telah disampaikan terkait UMK akan segera ditindaklanjuti dan difinalkan oleh dewan pengupahan Jatim.

“Semua aspirasi terkait UMK yang telah disampaikan sudah dicatat semua dan nanti akan diexercise oleh Pak Sekda dan Kadisnaker Jatim untuk selanjutnya difinalkan oleh dewan pengupahan Jatim,” tukas Khofifah.

Khofifah juga berpesan agar para buruh selalu mengutamakan ketertiban, keamanan, dan kedamaian dalam menyampaikan aspirasinya.

“Penyampaian aspirasi yang seperti ini yang mengutamakan ketertiban, keamanan, kedamaian, tidak ada kerusakan dan kerusuhan agar tetap dijaga,” pesannya.

Salah satu aspirasi mereka adalah menuntut untuk kenaikan Upah Minum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) minimal sebesar 5,6 persen dari tahun sebelumnya.

Kala itu, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono berterima kasih karena para pendemo berunjuk rasa secara damai dan tertib.

BACA JUGA: Wali Kota Malang Setujui Berkas UMK, Ini Nominalnya

Selain itu, kata Heru semua aspirasi buruh ditampung dan dibahas lebih lanjut oleh dewan pengupahan provinsi.

“Semua aspirasi sudah diterima dan ditampung ibu Gubernur, semoga akan ada hasil yang baik dari pembahsan yang akan segera dilakukan oleh dewan pengupahan,” tutupnya.

Sementara itu, Ahmad Fauzi Ketua SPSI Jatim menegaskan, tuntutan terkait kenaikan UMK dan UMSK disampaikan karena para buruh merasa selama pandemi. Mereka tetap bekerja penuh sementara perusahaan membiarkan pekerja memenuhi kesehatan sendiri.

Maka dia berharap agar Gubernur Khofifah agar bersedia memperjuangkan nasib dan mewujudkan aspirasi mereka.

“Berharap semoga ibu Gubernur mau memperjuangkan nasib kita untuk menaikkan UMK dan UMSK sama seperti dua Minggu yang lalu dengan menaikkan UMP,” ujarnya.(ima/lna)

Post Terkait

banner 468x60