Uji Coba KBM Tatap Muka Tetap Digelar, Sembari Pulihkan Dampak Gempa Bumi

  • Whatsapp
uji coba KBM Tatap muka
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Rachmat Hardijono.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG- Uji Coba KBM tatap muka tetap digelar. Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tetap memberlakukan Uji Coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Walaupun di tengah musibah yang sedang melanda Kabupaten Malang. Sebagian besar terdampak gempa bumi berkekuatan 6,1 SR.

BACA JUGA: Bupati Malang Instruksikan Rumah Sementara Korban Gempa Diperluas – Nusadaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Pemkab Malang Pakai BTT untuk Bangun Rumah Sementara Korban Gempa, Budget Rp 14 Juta Per Unit – Imperiumdaily.com

“Sekolah tatap muka tetap berlanjut, walaupun nyatanya wilayah kita sedang tertimpa musibah gempa bumi Sabtu (10/4/2021). Sebab kan ga semua wilayah terdampak gempa. Yang tidak terdampak ya tetap melanjutkan KBM tatap muka. Bagi yang terdampak kami sediakan tenda darurat untuk pembelajaran,” papar Rachmat Hardijono Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang kepada Nusadaily.com, Jumat (16/4/2021) hari ini.

Ada Sekolah KBM Pakai Tenda

Untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Malang memang sudah mengadakan Uji coba KBM tatap muka, contohnya di SMP 2 Tirtoyudo. Kata Rachmat, nanti sementara pakai tenda, KBM tidak bisa dilaksanakan di bangunan pasca gempa. Karena khawatir akan ada gempa susulan, bangku meja yang masih ada tinggal dipindahkan ke tenda darurat saja.

“Ketika kejadian gempa Sabtu (10/4/2021) SMP 2 Tirtoyudo paginya sedang lakukan Uji Coba KBM tatap muka. Kemudian gurunya rapat, dan setelah itu kejadian gempa,” tukasnya.

Dilanjutkan Rahmat, ada beberapa sekolah yang berdampak ternyata sudah isi check list terlebih dahulu (akan KBM tatap muka).

“Kita kan sama sama tidak mengetahui, akan ada musibah besar seperti ini. Bagi sekolah yang sudah terlanjur check list akan mengadakan KBM tatap muka, maka kita akan sediakan tenda darurat,” bebernya.

Seperti halnya yang dilakukan di beberapa sekolah wilayah Turen. Bahwa Sekretaris Kecamatan (Sekcam) sudah bergerak cepat melaporkan KBM di wilayahnya.

“Jadi kan memang, telah kita sepakati bersama, untuk SMP laporannya ke Supervisi yang telah kita tunjuk. Yakni Satgas Posko Kecamatan untuk SMP sedangkan untuk SD bisa dengan pihak Desa,” tandas Rahmat.

Lebih rincinya, khusus untuk SD memang harus melalui orang tua murid. Kemudian dilanjutkan ke kepala sekolah karena harus melalui prosedur tersebut. Sehingga pihak desa dapat mengeluarkan izin KBM bagi murid SD untuk tatap muka.

Sebagai informasi, sampai saat ini sudah ada 180 bangunan sekolah yang rusak. Dan 25 di antaranya mengalami rusak parah sehingga harus diruntuhkan untuk dibangun kembali nantinya.(aje/cak)