Terkait ASN Pakai Seragam Daftar Cabup, Bawaslu Panggil Pengurus Nasdem Mojokerto

  • Whatsapp
bawaslu
Bawaslu Mojokerto (Foto: inilahmojokerto)
banner 468x60

NUSADAILY-MOJOKERTO – Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto memanggil pengurus DPD partai Nasdem pada Senin 20 Januari 2020. Pemanggilan itu dilakukan untuk klarifikasi adanya ASN yang melanggar kode etik.

Menurut Komisioner Bawaslu Kabupaten Mojokerto Dodik Faizal, pemanggilan tersebut diperlukan untuk meminta klarifikasi partai Nasdem tentang pemberitaan media pada 18 Oktober 2019 lalu.

Baca Juga

Saat itu, termuat adanya seorang ASN aktif yaitu Kusnan Hariadi yang mengembalikan formulir pendaftaran cabup/cawabup dengan memakai seragam dinas. Kusnan mengembalikan formulir ke kantor Partai Nasdem Mojokerto.

Menurut Dodik, kedua ASN tersebut dianggap melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik Pegawai Negeri Sipil.

“Bawaslu memiliki kewajiban melakukan pengawasan terhadap potensi pelanggaran yang dilakukan ASN dan TNI/Polri. Karena, baik ASN, TNI dan Polri harus netral,” katanya.

Sementara itu, Bendahara DPD Partai Nasdem Kabupaten Mojokerto Lodis Oktavianto mengatakan “Kami selaku pengurus partai hanya melaksanakan tugas partai untuk melakukan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati dengan waktu yang sudah ditentukan,” katanya kepada NusaDaily.

Terkait dengan Kusnan Hariadi yang memakai seragam dinas waktu mengembalikan formulir, Lodis menambahkan itu sudah menjadi urusan pribadi yang bersangkutan. Pihaknya hanya menerima formulir bagi siapa saja yang mau mendaftar dalam masa penjaringan.

Seperti telah diketahui, ada dua nama ASN aktif yang mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati. Yaitu Yoko Priono dan Kusnan.

Yoko merupakan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mojokerto. Rencananya hari ini kedua ASN tersebut akan memenuhi panggilan bawaslu. (fin/yos)