Tanggapan Bupati Jember Terpilih Tentang Dugaan Skandal Irisan ‘Kue Politik’

  • Whatsapp
Tanggapan Bupati Jember terpilih
Momen Hendy dan Gus Firjaun bersama elit partai pengusung saat mendaftar ke KPU untuk Pilkada Jember 2020. Foto: Dokumen nusadaily.com/ Sutrisno.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JEMBER- Tanggapan Bupati Jember terpilih soal dugaan skandal irisan kue politik diberikan kepada nusadaily.com, Kamis (4/2/2021). Video pembicaraan tentang ‘kue politik’ oleh sejumlah sekretaris partai koalisi pengusung pasangan Hendy Siswanto dan KH Muhamad Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun). Itu mencuat usai memenangi Pilkada Jember telah menyeruak.

INI VIDEONYA:

Baca Juga

BACA JUGA: Jember Geger, Tersebar Video Bicara ‘Kue Politik’ Sekretaris Partai Koalisi Hendy-Gus Firjaun – Nusadaily.com

BACA JUGA: Video Bagi “Kue Politik” di Jember berdurasi 4 Menit 25 Detik – Imperiumdaily.com

Hendy seketika menanggapi hal itu kendati tidak membantah atau membenarkan video pertemuan tersebut. Tanggapan Bupati Jember terpilih kepada media ini. Dia menyatakan, lebih mengutamakan taat kepada peraturan yang berlaku daripada intervensi politik.

“Insya Allah saya akan jalankan pemerintahan kabupaten Jember sesuai aturan yang ada, dan tidak boleh ada yang melanggar. siapapun juga,” ujar Hendy ke nusadaily.com Kamis, 4 Februari 2021.

Menurutnya, mematuhi peraturan justru dapat menyelesaikan masalah. “Karena kalau kita semua ikuti regulasi yang sudah ada, Insya Allah semua bahagia. Mari kembalikan hak rakyat Jember sesuai regulasi yang sudah diatur oleh negeri ini,” tutupnya singkat.

Video Berdurasi 4 Menit 25 Detik

Sebelum, ‘kue politik’ berkaitan dengan pembagian jatah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember dibahas dalam pertemuan para sekretaris partai koalisi yang terbongkar dari video berdurasi 4 menit 25 detik.

BACA JUGA: Sejumlah Nama Partai Disebut dalam Video Bagi-Bagi “Kue Politik” di Jember – Noktahmerah.com

BACA JUGA: Ada Bahasa Satu Kantong dalam Video Bagi-Bagi “Kue Politik” di Jember – Beritaloka.com

Nusadaily.com telah memuat transkrip pembicaraan yang sepenuhnya. Adapun ‘kue politik’ disinggung oleh Sekretaris DPC Partai Gerindra Jember, Anwari pada menit ke-1 dan detik ke-52.

“Untuk itu, ndak ini mumpung sekretaris yang kumpul kita sampaikan ke ketua-ketua. PKS ndak ada. Saya tetap menjaga sustainability dari kelembagaan yang kita bangun. Jangan sampai pecah karena jatah eksekutif kue politik disitu gitu loh,” ujarnya.

Dalam pertemuan terdapat juga Sekretaris DPC PPP Jember, Abu Yazid Merdeka; Sekretaris DPD Partai NasDem, Bambang Hariyanto; Sekretaris DPC Partai Demokrat, Agusta Jaka Purwana; dan beberapa orang lainnya.

Akui Pertemuan Di Rumah Agusta

Yazid dan Bambang mengakui pertemuan terjadi dalam rumah Agusta, di Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates pada tanggal 25 Desember 2020 silam. Namun, keduanya membantah jika ada tudingan agenda pertemuan bertujuan mengkapling pejabat Pemkab.

“Jika hanya mendengar video sepintas pasti menyimpulkan seperti itu. Tapi, jika diskusi selama 3 jam lebih tidak akan seperti itu. Intinya, jangan rebutan jabatan dan jatah jika partai koalisi ini akan utuh, jangan main sendiri-sendiri. Kita harus kompak bantu Haji Hendy membangun Jember yang sudah porak poranda selama 1 periode,” tuturnya.

Alasan bukan bagi-bagi jatah juga dikemukakan oleh Yazid. “Pemerintah daerah sangat jauh berbeda dari pemerintah pusat. Kalau di pusat ada BUMN, ada Dubes yang bisa dibagi-bagi. Sementara di daerah tidak ada yang cukup jika mau dibagi ke semua partai. Jadi, intinya jangan rebutan jabatan, jangan minta jatah jabatan. Tapi, biarkan Bupati yang punya hak veto,” tambahnya.

Demikian halnya dengan Bambang yang juga menepis dugaan skandal pembagian pejabat untuk rekomendasi parpol pengusung. Sebab, tidak ada kesepakatan yang dijalin usai pertemuan informal tersebut.

“Memang ada Anwari bicara, tapi saya tidak memperhatikan, kaget juga ada video itu. NasDem tidak sepakat bagi-bagi kue politik. Apa katanya (terserah) Bupati dan Wakil Bupati terpilih, karena kita tanpa mahar. Pembicaraan kue politik coba tanya Anwari. NasDem tidak sepakat. Tidak setuju, tidak ada kesepakatan di akhir pertemuan itu. Kita mengawal visi misi Bupati. Kalau sampai kayak gitu, kita gak setuju urusan bagi-bagi apalagi intervensi. Pejabat harus ASN, partai tidak punya kompetensi,” tegasnya.(sut/cak)