Tak Berizin, Satpol PP Kota Malang Copot Reklame Habib Rizieq

  • Whatsapp
satpol pp malang habib
DITERTIBKAN: Satpol PP Kota Malang dan tim gabungan mengamankan reklame HRS yang tak berizin, Senin (23/11) sore.(istimewa)

NUSADAILY.COM – MALANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang beserta tim gabungan dari Polresta Malang Kota dan Satbrimob Polda Jawa Timur melakukan patroli pengamanan, Senin (23/11) sore. Dalam patroli tersebut, mereka menemukan sejumlah reklame tak berizin di dua titik, yakni di Jalan Thamrin dan kawasan Embong Arab, Kota Malang.

Dua reklame tak berizin tersebut bergambar Habib Rizieq Shihab (HRS) dan langsung dilakukan penertiban dengan cara diturunkan. Penertiban tersebut dilakukan sekitar pukul 15.30.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Ormas Malang Bersatu Minta Aparat Turunkan Poster Habib Rizieq

“Ini penertiban biasa, reklame tak berizin. Ada tim gabungan (dari Polri dan Brimob) karena tadi sekalian melakukan Operasi Yustisi,” terang Kasatpol PP Kota Malang, Priyadi.

Pria berkacamata tersebut menguraikan, pihaknya melakukan penertiban di dua dari lima titik yang terdapat reklame tak berizin dan bergambar HRS.

“Tadi ada di dua titik, yakni di Jalan Thamrin dan Jalan Syarif Al Qodri (Embong Arab), yang lainnya sudah tidak ada. Dua itu yang tidak berizin. Kalau di sebelahnya ada yang tak berizin juga, ya ditertibkan. Tapi kebetulan hanya dua itu saja,” kata dia.

Priyadi menegaskan, penertiban reklame HRS tersebut dilakukan sesuai dengan aturan, tanpa ada atensi khusus.

BACA JUGA: Satpol PP Pasuruan Turunkan Baliho Habib Rizieq

“Ini penertiban biasa aja, karena reklamenya tidak ada izin. Bagi yang merasa memiliki, bisa diambil di kantor Satpol PP, namun dengan catatan harus memiliki izin,” pungkas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan poster tersebut mengundang reaksi Ormas Malang Bersatu. Mereka tidak menginginkan poster tersebut berada di Kota Malang. Sehingga, Ormas Malang Bersatu mendatangi Polresta Malang Kota, Kodim 0833 Kota Malang, DPRD Kota Malang dan Balai Kota Malang untuk meminta aparat kepolisian dan juga TNI mencopot gambar tersebut.

“Kami tidak ingin di Kota Malang ada pemasangan gambar atau foto orang,  yang mengaku sebagai ulama atau tokoh agama tetapi justru menciptakan disintegrasi dan menciptakan kerenggangan antar anak bangsa. Kami minta bila ada pemasangan gambar atau foto tersebut, agar segera ditertibkan. Dan kami mendukung penuh TNI – Polri termasuk Satpol PP untuk menertibkan hal tersebut,” ujar Korlap Ormas Malang Bersatu, Dersi Hariono, Senin (23/11).

BACA JUGA: Massa Demo Tolak Kedatangan Habib Rizieq di Medan, Injak Gambar Imam Besar

Dengan adanya pertemuan tersebut, ia berharap, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang langsung bergerak dan menindak bila ada yang memasang  gambar atau foto tersebut.

“Karena kami melihat, bahwa di Kota Malang ada indikasi pemasangan gambar atau foto yang berisi provokasi perpecahan. Namun bila aparatur bergerak lambat, maka izinkan kami untuk bergerak sendiri melakukan penertiban. Karena kami ingin di Kota Malang tetap aman dan kondusif,” tegas dia.(nda/lna)