Sidak Kesiapan Salat Idul Fitri 1442 H di Masjid Agung Al Fattah, Gubernur Imbau untuk Salat di Lingkungan

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 H di Masjid Agung Al Fattah, Jl. KH. Hasyim Ashari No.1 Kota Mojokerto pada Sabtu, 12 Mei 2021.

Sebagaimana SE Gubernur Jawa Timur tentang penyelenggaraan salat Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 di saat masa pandemi Covid-19 di Jawa Timur, bahwa pada tahun ini di Masjid Al Fattah akan menyelenggarakan sholat Idul Fitri dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Gubernur yang hadir bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo serta Plh. Sekdaprov Heru Tjahjono menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyelenggaraan salat Idul Fitri.

Selain penerapan protokol kesehatan, yang perlu menjadi perhatian adalah jumlah jamaah, kemudian proses jamaah masuk ke masjid, termasuk tempat untuk menyimpan sandal atau sepatu. “Titik-titik yang potensial kemungkinan terjadinya kerumunan itu memang harus betul-betul diantisipasi,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan agar warga melaksanakan salat Id di masjid atau lapangan dekat rumah. “Kami mohon calon jamaah salat Idul Fitri carilah masjid dan lapangan terdekat dari rumah tinggal, itu menjadi penting. Ada kekahawatiran misalnya berangkatnya pas-pasan, ternyata kena sekat di mana-mana dan malah tidak bisa sholat,” imbaunya.

Gubernur perempuan ini juga menghimbau agar warga berkomunikasi dengan penyelenggara PPKM Mikro, satgas covid di lini paling bawah baik itu RT, RW, Kepala Desa atau lurah serta babinsa dan Bhabinkamtibmas terkait tempat penyelenggaraan salat Id.

Khofifah juga menyampaikan bahwa saat ini di Jawa Timur tidak ada zona merah. Untuk itu kepada seluruh masyarakat ia meminta untuk bisa sabar dan ikhlas untuk mengikuti format ini.

Setelah Salat Id Harus Tetap Waspada

Serta, harus melakukan kewaspadaan berlapis termasuk pasca salat Id, dengan tidak melalukan silaturahmi unjung-unjung. “Silaturahmi bisa dilakukan secara virtual. Insyaallah, tidak akan mengurangi makna silaturahim dari kita,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini Ning Ita juga menjelaskan kondisi terkini PPKM Mikro di Kota Mojokerto. Dimana sinergitas antara Satuan Gugus Tugas Covid-19 serta warga Kota Mojokerto mampu menurunkan angka Covid-19 di Kota Mojokerto.

Menambahkan pesan dari Gubernur, Ning Ita meminta kepada warga Kota Mojokerto untuk tidak memaksakan diri untuk sholat Idul Fitri di tempat-tempat tertentu, seperti di Masjid Agung.

“Saat ini kita masih dalam masa pandemi Covid-19. Namun, alhamdulillah dibanding tahun lalu pada tahun ini kita sudah bisa melaksanakan salat Idul Fitri secara berjamaah di masjid atau lapangan. Untuk itu kami mohon kepada warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan serta aturan-aturan yang telah ditetapkan,” tutur Ning Ita.

Turut hadir mendampingi Ning Ita dalam peninjauan di Masjid Agung Al Fattah, Wakil Wali kota Achmad Rizal Zakaria, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Inf. Dwi Mawan Sutanto, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi serta jajaran Kepala OPD Pemerintah Kota Mojokerto.(din/aka)