Sempat Lompat Dari Motor, Ibu dan Balitanya Selamat Dari Laka Kereta Api

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Nasib buruk dialami oleh Ika Yuli Wilujeng (20). Pasalnya, perempuan asal desa Blaru kecamatan Badas Kabupaten ini terpental hingga 10 meter usai sepeda motor yang dikendarainya ditabrak kereta api Malioboro Ekspres jurusan Malang – Jakarta pada Kamis, 20 Februari 2020 siang tadi, di perlintasan tanpa palang pintu lingkungan IX Desa Ngunut Kecamatan Ngunut Tulungagung.

Korban tak sendirian, dirinya membonceng Yayuk Tri Wahyuni (35) warga Desa Tugu Kecamatan Rejotangan dan balitanya, namun Yayuk sempat meloncat dari sepeda motor sebelum sepeda motor tersebut diterjang kereta api.

Baca Juga

Beruntung Yayuk tidak mengalami luka serius. Usai kejadian, Balita di gendongannya masih terlihat shock. Yayuk sendiri tidak menyangka akan mengalami hal seperti ini.

Kapolsek Ngunut, Kompol Siti Munawaroh melalui Kanit Reskrim, Iptu Hery Poerwanto mengatakan 1 korban yakni Ika Yuli dipastikan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan korban lainnya mengalami luka ringan.

Dihadapan polisi, Yayuk mengaku meminta tolong korban untuk mencarikannya rumah kos di sekitar Ngunut, kemudian dengan sepeda motor tersebut dirinya bersama korban mencari di beberapa lokasi.

“Saat kejadian, temannya ini dibonceng di belakang sambil menggendong anaknya yang masih kecil,” terang Hery.

Saat itu sepeda motor melintas dari arah selatan hendak melintasi rel kereta. Yayuk mengaku telah mengingatkan agar hati hati karena kereta sudah dekat, namun korban tetap saja melaju tanpa mendengarkan peringatan tersebut.

Menurut keterangan saksi Yayuk, dirinya sudah berteriak agar korban berhenti, namun tetap saja korban memacu sepeda motornya dan tabrakan dengan kereta tak bisa dihindarkan.

“Sepertinya korban ini tidak menguasai situasi dan dia mengabaikan peringatan temannya. Dia terus melaju, padahal kereta api sudah sangat dekat,” ungkap Hery.

Yayuk dapat selamat karena melompat dari sepeda motor, sedangkan korban terpental 10 meter. Sepeda motor tersebut tak lagi berbentuk karena kerasnya benturan.

“Korban meninggal dunia di lokasi dengan luka di kepala dan kaki. Sementara temannya yang loncat bersama anaknya selamat, hanya luka ringan saja,” tutur Hery.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daops 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan lokasi kecelakaan adalah perlintasan tanpa penjaga di Km 143+2 petak jalan Ngunut-Sumbergempol.

“Pasca kejadian, kereta api berhenti di KM 135+6 untuk pemeriksaan sarana dan melaporkan ke Stasiun Tulungagung,” ucap Ixfan.

Setelah sempat berhenti sebentar, kereta kembali berangkat karena sarana kereta api masih berfungsi dan tidak terganggu. (fim)

Post Terkait

banner 468x60