Selama Pandemi, Kasus Narkoba di Surabaya Naik, Polrestabes Musnahkan BB

  • Whatsapp
narkoba surabaya
Pemusnahan barang bukti dan konfrensi pers hasil ungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba periode bulan Juni – Oktober 2020, Senin (26/10/2020).(Image: Febri Didin)
banner 468x60

SURABAYA – Mencemaskan. Peredaran narkoba di Surabaya selama pandemi Covid -19 malah meningkat, terbukti dari kasus yang diungkap Polrestabes Surabaya. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir S.I.K. M.T.C.P, mengatakan hal itu saat menggelar pemusnahan barang bukti dan konfrensi pers hasil ungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba periode bulan Juni – Oktober 2020, Senin (26/10/2020).

Jajaran Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap 145 kasus, dengan 194 tersangka terdiri dari 177 laki-laki dan 17 perempuan.

Baca Juga

BACA JUGA :Sebanyak 113 Oknum Polisi Dipecat di Tahun Ini, Mayoritas Karena Narkoba

Untuk barang bukti yakni, sabu seberat 79,5 kg, ganja 37,71 gram, ekstasi 16.932.000 butir, pil happy five 17.758 butir, dan pil dobel L ada 157.827 butir.

Kemudian, untuk Polsek Jajaran berhasil ungkap 186 kasus, 267 tersangka terdiri dari 255 laki-laki dan 12 perempuan, untuk barang bukti yakni, Sabu 224.998 gram, Ekstasi 3,5 butir, dan Pil LL 7.120 butir.

Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengatakan negara Indonesia sedang menghadapi tantangan besar yaitu pandemi Covid-19. Tapi tidak menyurutkan Polisi, untuk tetap memerangi penyalahgunaan dan peredaran Narkotika yang bisa merusak generasi bangsa.

“Kita perang lawan Narkotika ini, sama dengan perang tanpa henti, tabuh genderang perang melawan penyalahgunanan narkoba itu terus ditabuh,” ujar Kombes Pol Jhonni Edison Isir, di Mapolrestabes Surabaya.

Menurutnya, karena itu penyidik harus memiliki integritas. Karena integritas memiliki kunci keras penyidik dalam menangani kasus penyalagunaan narkotika.

Penyalahgunaan narkoba ibarat polisi menangkap 10 pelaku, namun masih ada 80 – 90 persen pelaku yang masih lolos.

Maka tidak mungkin polisi, BNN dan penggiat anti narkoba bergerak sendiri, oleh sebab itu, harus berkolaborasi memberantas peredaran dan pemyalahgunaan bahaya Narkoba.

“Dengan berkolaborasi, kita bisa tahu kalau satu tambah satu bisa jadi bukan dua, tapi bisa lebih, supaya kita bisa mengetahui bagaiman natur sama nurtur pengedaran narkotika ini,” jelasnya.

BACA JUGA: Polres Jakbar Gagalkan Upaya Peredaran Satu Koper Narkoba

Selanjutnya, barang bukti dimusnahkan oleh Kapolrestabes Surabaya bersama Forkominda di mobil pemusnah BNN Jatim.

Sesuai UU RI No. 2 tahun 2020 tentang kepolisian negara republik Indonesia, UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, UU RI No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dan Program kerja Satresnarkoba Polrestabes Surabaya TA 2020 kasus narkoba diproses hingga ke pengadilan. Barang buktinya secara regulasi harus dimusnahkan.(ima/lna)