Sekolah Tatap Muka Jadi Multiplier Effect Pertumbuhan Ekonomi di Malang

  • Whatsapp
Sekolah tatap muka
Analis Pengembangan UMKM Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Yon Widiono.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG- Sekolah tatap muka jadi multiplier effect pertumbuhan ekonomi di Malang. Sekolah itu tak hanya jadi angin segar bagi para siswa dan wali murid. Namun, hal tersebut juga memberikan iklim positif terhadap perputaran ekonomi di Kota Malang.

BACA JUGA: Hore…Sekolah Tatap Muka di Kota Malang Dimulai – Imperiumdaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: KPwBI Malang Bentuk TP2DD, Digitalisasi Ekonomi Kian Gencar – Nusadaily.com

Sebab, adanya pembelajaran tatap muka mengakibatkan beberapa sektor ekonomi ikut terdampak. Seperti perdagangan alat tulis, baju seragam dan lainnya.

“Apalagi, jika dalam waktu dekat, menyusul adanya kebijakan mahasiswa bisa melakukan pembelajaran tatap muka. Hal ini jutsru bisa mendongkrak lebih banyak lagi sektor ekonomi,” terang Analis Pengembangan UMKM Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Yon Widiono, Senin (19/4/2021).

Menurutnya, jika pembelajaran tatap muka terhadap mahasiswa sudah diterapkan, justru akan meningkatkan potensi pariwisata.

“Kami berharap tidak berhenti sampai di situ. Mahasiswa yang datang dari luar kota harapannya bisa katrol potensi pariwisata yang ada,” jelas Yon.

Sekolah Tatap Muka Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Salah satu contohnya, mahasiswa yang datang dari luar kota. Mereka pada umumnya membawa serta orangtuanya datang ke Kota Malang. Sehingga, para orangtua tersebut akan mampir ke sejumlah destinasi pariwisata.

“Termasuk, wisata kuliner dan pembelian oleh-oleh melalui pelaku UMKM yang ada, ini mendorong perputaran ekonomi,” kata Yon.

Sehingga, ia berharap, dengan dibukanya pembelajaran tatap muka, bisa memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Kami berharap, dari sektor pendidikan, bisa memberikan multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi,” tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin (19/4/2021), pembelajaran tatap muka untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang telah dimulai. Selama masa pembelajaran tatap muka, sekolah, guru dan siswa tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara, terkait pembelajaran tatap muka bagi mahasiswa, Wali Kota Malang, Sutiaji masih belum bisa memastikan. “Masih belum tahu, kami masih menunggu kepastian dari Dikti (Direktorat Jendral Perguruan Tinggi). Domain-nya di sana,” pungkas Suiaji.(nda/cak)