Ruang Ventilator Penuh, Angka Kematian Covid-19 di Kota Malang Tinggi

  • Whatsapp
Ilustrasi ventilator. (Stockphoto)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Ruang isolasi bertekanan negatif dengan ventilator di sejumlah rumah sakit (RS) rujukan di Kota Malang penuh. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab angka kematian pasien Covid-19 di Kota Malang tinggi.

“(Penyebab kematian) salah satunya adalah ketersediaan ventilator. Maka, ketika ada pasien yang butuh ventilator, untuk sementara ketersediaan (ventilator) sudah penuh,” terang Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Sri Winarni.

Baca Juga

BACA JUGA: Rumah Sakit Rujukan Kota Malang Kekurangan Ventilator Kian Bertambah

Menurut dia, angka kematian pasien Covid-19 di Malang cukup tinggi juga disebabkan karena kondisi pasien yang dirujuk ke RS dalam kondisi kritis.

“Sehingga, harus diberi alat bantu pernafasan berupa ventilator,” kata dia.

Dia menambahkan, jumlah total ruang isolasi bertekanan negatif dengan ventilator di Kota Malang sebanyak 34 ruangan yang tersebar di tujuh RS rujukan yang ada. Kondisinya saat ini, sejumlah ruangan tersebut sudah terisi semua.

“Maka oleh RS rujukan, dikoordinasikan dengan RS rujukan yang ada di kota lain yang tersedia (ventilator),” kata dia.

Sementara, terkait rencana untuk menambah kapasitas alat ventilator, teknisnya dikembalikan kepada RS rujukan masing-masing. Sebab, tiap RS rujukan harus mendata terlebih dahulu tenaga medis yang siap mengoperasikan alat tersebut.

“Ini terkait dengan ketersediaan tempat, juga ketersediaan tenaga medis yang mengoperasionalkan. Tidak semua RS bisa mengoperasionalkan (ventilator) apabila tidak tersedia (tenaga medis) itu tadi,” ujar dia.

Untuk menekan angka kematian akibat covid-19, Dinkes Kota Malang terus menggencarkan langkah-langkah pencegahan. Salah satunya, melakukan pemantauan bagi masyarakat rentan melalui puskesmas.

BACA JUGA: Pemprov Jatim Segera Serahkan Ventilator Bagi RS Rujukan di Kota Malang

“Puskesmas memantau data pasien komorbid sekaligus mengarahkan untuk melakukan pemeriksaan secara berkala,” tandas dia.

Untuk diketahui, saat ini, angka kematian di Kota Malang mencapai 6,9 persen dan melebihi rata-rata nasional yang hanya 2,7 persen. Hingga 12 Januari 2021, Satgas Covid-19 Kota Malang mencatat, ada tambahan 54 pasien, sehingga jumlahnya menjadi 4.340 orang pasien terkonfirmasi positif.

Sementara, angka kematian bertambah tiga orang dan jumlahnya menjadi 412 orang. Sementara, angka pasien sembuh bertambah sebanyak 76 orang dan jumlahnya menjadi 3.608 orang dan dalam pantauan 320 orang.(nda/lna)

Post Terkait

banner 468x60