RS Terapung Kapal “Ksatria Airlangga” Berangkat ke NTT Emban Misi Bhakti Siklon Seroja

  • Whatsapp
Caption : dr Agus Harianto, Sp.B, Direktur RSTKA saat hendak bertolak ke NTT membawa misi kemanusiaan, Rabu (14/4/2021).
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA – Sebuah Rumah Sakir nirlaba partner Pemerintah yakni Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) berangkat ke Nusa Tenggara Timur, untuk misi kemanusiaan membantu masyarakat korban banjir bandang di Flores Timur, Minggu (4/4/2021) yang merenggut 117 nyawa, 76 orang hilang, dan ratusan warga terluka.

Puluhan kru RSTKA ini bertolak ke Flores Timur, NTT, untuk menjalankan misi kemanusiaan bersandi ‘ Bhakti Siklon Seroja’. Misi akan dilaksanakan sejak hari ini, Rabu 14 April 2021 dan akan berakhir pada 12 Mei 2021.

Sampai kini intensitas tinggi disertai badai masih mengancam keselamatan warga NTT. Mereka sangat memerlukan bantuan tempat berlindung, makanan, pakaian, perlengkapan bayi, obat-obatan dan tenaga medis dan relawan guna pemulihan kondisi pasca bencana.

Pengungsi yang masih sangat membutuhkan pertolongan dalam berbagai bentuk baik secara moral berupa bantuan finansial serta berbagai barang kebutuhan.

RSTKA berhasil menghimpun bantuan baik berupa makanan, obat-obatan, dan tenaga relawan untuk membantu korban banjir di NTT.

Dalam RSTKA juga mengangkut para dokter spesialis bedah, ditambah dua kamar operasi. Pengabdian terbaru saat aksi kemanusiaan di Bawean pada akhir 2017.

Di daerah bencana, selain layanan kesehatan dasar dan spesialistik, RSTKA juga melakukan pemulihan kesehatan jiwa dan pendampingan pemulihan ekonomi keluarga terdampak.

RSTKA Berisi Relawan

Semua personel di RSTKA berisi relawan yang siap mengabdi tanpa memikirkan popularitas, termasuk melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, konservasi lingkungan, dan penelitian.

“Dengan prinsip Cinta dan Kerendahan Hati, RSTKA membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan di NTT, pemulihan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan membantu pemulihan kerusakan lingkungan pasca banjir. Termasuk edukasi tentang Covid-19 dan adaptasi kebiasaan baru,” beber dr Agus Hariyanto, Pimpinan Kru RSTKA didampingi dr Tirta Muhammad Rizki.

Selain dokter kata Agus, ada pula relawan daei Makasar, Jakarta, Kupang, dan Surabaya.

Ada 11 dokter, baik spesialis bedah, anastesi, dan beberapa dokter umum yang membantu.

“Kita memegang teguh pada protokol kesehatan sebagai harga mati. Dan setiap tim relawan wajib menjalani pemeriksaan swab antigen terlebih dahulu,” bebernya lagi.

Sebelum bertolak, Rabu (14/4/2021) ke NTT, personel melakukan deklarasi RSTKA yang menyatakan, “Hal-hal jang mengenai perjalanan kesehatan orang-orang ke pulau terpencil dilakukan dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat singkatnya.

“Harus hati-hati. Harus selalu waspada. Patuh pada protokol kesehatan adalah harga mati.
Namun seperti yang sudah-sudah, Tuhan selalu ada di setiap misi RSTKA. So, we will never walk alone. Kita jalankan saja misi Bhakti Siklon Seroja NTT ini dengan cara yang Tuhan suka yaitu cinta dalam kerendahan hati,” pungkas Direktur RSTKA ini.(ima/aka)