Puluhan Benda Cagar Budaya di Museum Daerah Tulungagung Terancam Rusak

  • Whatsapp
puluhan benda cagar budaya di museum
Benda cagar budaya di museum daerah Tulungagung.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-TULUNGAGUNG- Puluhan benda cagar budaya di Museum Daerah Tulungagung terancam rusak. Museum daerah Tulungagung yang ada di Jalan Ki Mangunsarkoro Kecamatan Boyolangu Tulungagung memiliki wajah baru. Setelah renovasi yang dilakukan oleh pemerintah pada tahun lalu.

BACA JUGA: Muncul Komunitas Sholat dengan Bahasa Indonesia, MUI Tulungagung Gelar Rapat Internal

Baca Juga

BACA JUGA: Lelang Jabatan Diumumkan, Bupati Tulungagung Tak Jamin Peringkat 1 Dipilih – Imperiumdaily.com

Namun sayang renovasi tanpa adanya penambahan luas area museum tersebut. Membuat tidak semua koleksi museum bisa ditampilkan dan menjadi bahan edukasi pengunjung.

Koordinator Wilayah BPCB Jatim wilayah Tulungagung, Haryadi yang ditemui Nusadaily.com kemarin memberi penjelasan. Luas museum daerah ini adalah 14 kali 8 meter persegi. Jika melihat luasan harusnya hanya 80 sampai 100 koleksi saja yang bisa ditampilkan di museum ini.

“Idealnya memang hanya 80 koleksi saja yang ditampilkan di ruang pamer ini. Tapi saat ini yang kita tampilkan ada 218 koleksi,” ujarnya Kamis (26/11/2020).

Museum Simpan 51 Benda Cagar Budaya di Gudang

Tetapi untuk tetap bisa memberikan edukasi kepada masyarakat luas. Pihaknya menampilkan 218 benda cagar budaya di museum ini. Sedangkan 51 sisanya disimpan di gudang.

Benda yang disimpan di gudang adalah benda yang memiliki kesamaan jenis. Yakni dengan benda yang sudah ada didisplay di museum. Seperti dwarapala dan benda lainnya.

“Yang 51 disimpan itu karena sama dengan yang sudah didisplay. Sehingga untuk menambah ruang bagi pengunjung, akhirnya sebagian disimpan,” jelasnya soal puluhan benda cagar budaya di Museum Daerah.

Haryadi mengakui, dengan kondisi gudang yang ada saat ini. Maka 51 benda cagar budaya yang disimpan tersebut berpotensi rusak. Sebab ketika musim hujan seperti ini, air akan leluasa masuk ke dalam gudang. Kemudian benda cagar budaya yang diletakkan begitu saja di lantai tanpa ada sekat. Bisa membuat benda tersebut terendam air saat hujan datang.

“Seperti yang anda saksikan sendiri, kondisinya memang seperti itu. Air hujan pasti akan masuk saat hujan karena dindingnya triplek,” pungkas Hariyadi.

Berdasarkan pantauan Nusadaily.com, gudang yang dimaksud untuk menyimpan koleksi benda cagar budaya ini. Lokasinya berada di samping tempat petugas jaga. Dudang berukuran lebih kurang 3 kali 3 meter ini terbuat dari dinding triplek dengan atap seng. Dan terhubung langsung dengan udara luar.

Sehingga ketika hujan deras, air hujan akan masuk ke dalam lokasi gudang. Terlebih saat ini sedang musim hujan. Sehingga potensi masuknya air hujan ke dalam musium bisa terjadi sewaktu waktu.(fim/cak)

Post Terkait

banner 468x60