Pilkada Banyuwangi, Lamongan, dan Surabaya Lanjut ke MK

  • Whatsapp
Komisi Hukum, Humas dan Data Informasi Bawaslu Lamongan, Yaqub Balliya
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – 16 Kabupaten dan 3 Kota se-Jawa Timur telah selesai menyelenggarakan pemungutan suara pada 9 Desember 2020.

Bukan berarti gelaran demokrasi telah usai. 2 Kabupaten, yakni Lamongan dan Banyuwangi serta Kota Surabaya berlanjut pada gugatan perselihan hasil pilkada (PHP) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Bawaslu sebagai pemberi keterangan mulai menyiapkan diri.

Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat dan Data Informasi Bawaslu Surabaya, Yaqub Baliyya menyampaikan bahwa pihaknya kini mulai menyiapkan alat bukti yang dibutuhkan.

“Secara khusus, kami menyiapkan alat bukti yang didalilkan pemohon dalam rangka pemberian keterangan dan melakukan pengkodean alat bukti tersebut,” terang Yaqub.

Selain itu, Yaqub mengaku mengumpulkan data pengawasan dan penanganan pelanggaran.

“Sekarang sedang pengumpulan data pengawasan, saran perbaikan, maupun rekomendasi mulai tingkat Pengawas Tempat Pemungutan Suara sampai tingkat Kota. Termasuk juga data penanganan pelanggaran,” tambahnya.

Yaqub juga mengaku melakukan pendampingan di seluruh Panwascam se-Surabaya.

“Kami melakukan pendampingan untuk Panwascam demi menghadapi PHP di MK,” terangnya

Pada sisi lain, Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat dan Data Informasi Bawaslu Lamongan, Soebadar juga kini fokus pada penyiapan bukti.

“Saat ini kami genjot agar bukti-bukti yang dibutuhkan benar-benar lengkap. Ini yang kami nilai sebagai strategi utama menghadapi Perselisihan Hasil di MK. Sebab pada pokoknya nanti yang dapat berbuat banyak di MK kan ya bukti-bukti itu,” tambahnya.

Setelah bukti-bukti didapatkan, pihaknya menurut Soebadar melakukan identifikasi.

“Kemudian bukti-bukti tersebut kami identifikasi dan inventarisasi berdasarkan pokok-pokok permohonan yang didalilkan oleh pemohon. Khususnya berkas permohonan yang sudah diperbaiki oleh pemohon di MK,” jelasnya.

Hingga berita ini ditulis, Soebadar mengaku bahwa pengumpulan bukti sudah mencapai 90 persen.

“Pengumpulan bukti-bukti sejauh ini kira-kira sudah 90 persenan. Untuk penyusunan keterangan tertulisnya masih 30 persenan,” pungkasnya. (ima/kal)