Peringkat Pertama Pembina K3 Terbaik Nasional, Gubernur Khofifah: Terima Kasih Pakde Karwo dan Gus Ipul

  • Whatsapp
gubernur khofifah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebagai Pembina K3 Terbaik Nasional 2021 Peringkat Pertama, dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Sejak 2019, lalu 2020 dan 2021 terus meraih juara terbaik I nasional. Khofifah mengatakan, semua itu berkah yang diwariskan kepemimpinan sebelumnya, yakni Gubernur Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf.

Baca Juga

BACA JUGA: Hari Kartini, Khofifah: Perempuan, Penggerak Ekonomi Bangsa

“Sehingga kami tinggal melanjutkan dan menguatkan. Terima kasih Pak De Karwo dan Gus Ipul. Penghargaan ini saya persembahkan untuk semua pihak yang berikhtiar komprehensif mewujudkan keselamatan kerja sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan kerja,” tukasnya.

Khofifah pun merasa bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak atas diterimanya penghargaan itu, termasuk kepada Gubernur dan Wakil Gubernur sebelumnya, Dr Soekarwo – Gus Ipul.

“Alhamdulillah, 3 tahun berturut-turut, sejak 2019, Provinsi Jawa Timur mempertahankan penghargaan Pembina K3 Terbaik Nasional pada posisi peringkat pertama,” ujar Gubernur Khofifah, usai menerima penghargaan dari Menaker RI Ida Fauziyah, diwakili Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur di Ruang Bhirawa, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (28/4/2021).

Kata Khofifah, prestasi tersebut tentu dapat dijadikan sebagai barometer capaian penerapan K3 di semua tempat kerja, baik di tingkat formal maupun informal di Jawa Timur.

Penghargaan melaui Surat Keputusan (SK) Kepmenaker RI 42 tahun 2021 ini diterima Gubernur Khofifah karena beberapa alasan.

Pertama, Gubernur Khofifah dinilai mampu menekan angka kecelakan kerja dengan skor nihil.

Selain itu, Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dapat berjalan dengan baik.

Lalu, program Pencegahan dan Penanggulangan (P2) HIV AIDS serta Pencegahan dan Pengendalian (P2) Covid-19 di Jatim mampu ditekan dengan baik.

Itu semua ditunjukkan dengan banyaknya penghargaan yang diraih Pemprov Jatim. Terbukti di 2021, Jatim meraih 245 perusahaan penerima penghargaan kecelakaan nihil, 243 perusahaan penerima penghargaan SMK3, 36 perusahaan penerima penghargaan P2 HIV AIDS dan 26 perusahaan penerima penghargaan P2 Covid 19.

Kata dia penghargaan K3 ini sebagai tanda penghargaan keselamatan dan kesehatan kerja, dari pemerintah kepada Gubernur, Bupati/Walikota, Perusahaan dan Pemerduli K3.

“Ini juga sebagai indikator atas keberhasilan dalam melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja,” imbuhnya.

Dengan penghargaan K3, Gubernur Khofifah berharap agar Jatim dapat mendukung Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam menyukseskan Program Gerakan Nasional, berupa membudayakan program K3.

“Adapun program membudayakan keselamatan dan kesehatan kerja itu, menjadi tanggung jawab semua pihak yang terkait, melalui proses produksi,” ujarnya.

Pemprov Jatim juga berusaha memotivasi kepada semua pihak melalui proses produksi, guna meningkatkan kesadaran pekerja akan K3 di setiap tempat kerja.

“Sehingga di tempat kerja tidak lagi terjadi kecelakaan dan penyakit. Baik perusahaan besar, sedang atau perusahaan kecil,” pinta Khofifah.

Selain Gubernur Jatim, sebanyak 15 gubernur lain juga meraih penghargaan Pembina K3 terbaik secara nasional.

BACA JUGA: Hari Bumi, Khofifah: Urip Iku Gawe Urup, Jaga Bumi, Lestarikan Lingkungan

Mereka diantaranya Gubernur Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, Sulawesi Selatan, Bali, DI Yogjakarta, Lampung, Jambi, dan Sulawesi Tenggara.

Penyerahan penghargaan ini meliputi 1.342 perusahaan penerima penghargaan kecelakaan nihil, 1.616 perusahaan penerima penghargaan SMK3, 191 perusahaan penerima penghargaan P2 HIV AIDS dan 512 perusahaan penerima penghargaan P2 Covid 19.(ima/lna)