Penuhi Tuntutan Buruh, Hari Ini Khofifah Kirim Surat ke Presiden

  • Whatsapp
demo buruh khofifah
Khofifah usai aksi Unras di Grahadi, Kamis (08/10). (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Hari ini, Jumat, 9 Oktober 2020, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, memenuhi tuntutan buruh Jatim untuk berkirim surat ke Presiden.

Hal itu menyusul pertemuan antara perwakilan serikat pekerja yang menggelar aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kantor Gubernur dan Grahadi, Kamis (8/10/2020) kemarin.

Baca Juga

Sebelumnya, Khofifah menerima perwakilan buruh/pekerja dan melakukan dialog dengan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) A Fauzi, Sekjen Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jazuli, dan Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Achmad Soim.

BACA JUGA: Polda Jatim Tangkap 634 Perusuh Demo Buruh

“Aspirasi mereka yang meminta Gubernur untuk berkirim surat resmi kepada Presiden Joko Widodo langsung saya penuhi. Hari ini surat dikirim melalui Mendagri,” ungkap Khofifah usai ziarah ke makam Gubernur Jawa Timur pertama RMT Aryo Suryo di Magetan, Jumat (9/10/2020) pagi.

Khofifah mengatakan, isi surat yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo yakni Pemprov Jawa Timur meneruskan aspirasi serikat buruh dan serikat pekerja untuk mengajukan permohonan penangguhan pemberlakuan Undang-undang Omnibus Law yang telah memperoleh persetujuan bersama antara Pemerintah dan DPR RI.

Selain itu, lanjut Khofifah, sesuai aspirasi mereka, Pemprov Jatim juga akan memfasilitasi Perwakilan buruh untuk berangkat ke Jakarta guna beraudiensi dan dialog langsung dengan Menkopolhukam Mahfud MD dalam waktu dekat.

“Mereka minta untuk beraudiensi dan dialog dengan Pak Menkopolhukam Mahfud. MD, kami akan fasilitasi transportasi mereka ke Jakarta dan telah mengkomunikasikan ke Pak Mahfud untuk menerima perwakilan buruh/pekerja asal Jatim awal minggu depan. Alhamdulillah sudah terjadwal,” jelasnya.

Sesalkan Anarkisme Demonstran

Terkait aksi perusakan yang dilakukan massa di area Gedung Negara Grahadi, Khofifah mengungkapkan penyesalannya.

Menurutnya, dalam proses demokrasi semua aspirasi secara terbuka diberi ruang untuk diakselerasikan. Tetapi hindari perusakan fasum dan fasos, terutama anarkisme.

Khofifah berharap kejadian kemarin tidak terulang lagi di lain waktu, mengingat fasilitas umum yang dirusak ini dibangun dengan uang rakyat.

Yang lebih miris lagi, tambah Khofifah, tidak sedikit anak kecil dan pelajar yang ikut serta dalam aksi perusakan tersebut.

BACA JUGA: Mahasiswa Surabaya Ngamuk, Satu Jam di Grahadi Mencekam

Khofifah yakin anak-anak tersebut sebenarnya tidak paham dan tidak tahu apa itu UU Cipta Kerja hingga detail per pasal yang dipersoalkan.

“Kalau tujuannya untuk menyampaikan aspirasi, unek-unek, dan tuntutan saya yakin aksi pengrusakan itu tidak akan terjadi,” tambah dia.

Selanjutnya Gubernur memercayakan kepada Polda Jatim untuk melakukan pengusutan melalui proses penegakan hukum secara tuntas. Dari dalang, provokator sampai dengan pelaku dibalik aksi anarkisme di depan Gedung Negara Grahadi. Terlebih lagi disayangkan aksi tersebut dilakukan di tengah situasi pandemi Covid-19.(ima/lna)