Pemberian THR Keagamaan 2021 Tak Boleh Dicicil

  • Whatsapp
thr 2021
Ilustrasi - Pelaksanaan pemberian THR keagamaan 2021 bagi para pekerja mengacu pada SE Menaker nomor M/6/HK.04/IV/2021.(istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Mekanisme pelaksanaan pemberian THR keagamaan bagi pekerja/buruh diatur dalam SE Menaker nomor M/6/HK.04/IV/2021. Surat edaran tersebut telah dikirimkan ke gubernur se Indonesia dan diteruskan ke masing-masing kepala daerah kabupaten/kota.

Kabid Tenaga Kerja DPMPTSPTK Kota Batu, Adiek Imam Santoso menuturkan, SE Menaker itu telah diterimanya pada 16 April lalu. Selanjutnya akan disampaikan ke Wali Kota Batu untuk teknis pelaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

Baca Juga

BACA JUGA: Menaker Terbitkan SE THR, Disnaker Kabupaten Malang Gencarkan Zero Conflict

“Hal ini agar pelaksanaan koordinasi efektif antara pemerintah pusat hingga daerah,” terang Dedek sapaan akrabnya.

Mengacu pada SE tersebut, Dedek menyampaikan ada tiga poin yang harus dijalankan kepala daerah guna memberi kepastian hukum dan mengantisipasi ganjalan pelaksanaan THR 2021. Diantaranya penegakan hukum terhadap pelanggaran pemberian THR dengan memperhatikan rekomendasi dari pengawas ketenagakerjaan.

“Berikutnya, pembentukan posko pelaksanaan THR. Serta melaporkan data pelaksanaan THR keagamaan 2021 dan tindak lanjut yang dilakukan pemerintah daerah ke Kemenaker,” papar dia.

Terkait skema pembayaran THR tahun ini, berbeda dengan tahun 2020. Dimana pada tahun 2020 lalu, pemberian THR bisa dilakukan secara mengangsur. Mengingat di tahun kemarin, perusahaan terombang-ambing terdampak pandemi. Sedangkan di tahun ini pemberian harus dilakukan secara penuh dan tepat waktu.

“Perusahaan di Kota Batu tak boleh mencicil THR tahun 2021. Lantaran pemerintah pusat menipai kondisinya sudah berangsur-angsur membaik. Pembayaran juga harus dilakukan maksimal tujuh hari sebelum hari raya keagamaan,” tutur dia.

Sementara itu, mengenai sanksi pelanggaran pembayaran THR keagamaan. Jika perusahaan terlambat membayar THR. Maka perusahaan akan diberikan denda sebesar lima persen dari total THR yang harus dibayarkan. Denda itu dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja. Pengenaan denda tidak menghapus kewajiban pemberi kerja untuk memberikan THR.

“Sanksi administratif akan diberikan kepada perusahaan yang tak membayar THR. Contohnya seperti, teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi dan pembekuan kegiatan usaha,” lanjut Dedek.

Namun, ketika nantinya ada perusahaan yang masih terdampak Covid-19. Ia mengatakan, perusahaan tersebut harus membuat laporan keuangan perusahaan sebagai bukti. Selain itu, pihaknya juga akan memfasilitasi serikat kerja dengan asosiasi pengusaha di Kota Batu untuk melakukan dialog dan mendapatkan solusi terbaik.

BACA JUGA: Menaker Wajibkan THR 2021 Dibayar Paling Lambat Sebelum Hari Raya

“Kalau masih beralasan tidak mampu harus ada bukti keuangan mereka. Nanti kami juga fasilitasi untuk dialog tripartit agar bisa menemukan solusi terbaik. Bagaimana win-win solutions-nya,” tegasnya.

Dedek juga menjelaskan, untuk perhitungan THR yang wajib diberikan perusahaan kepada pekerja. Bagi pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan secara terus menerus atau lebih. Maka THR yang wajib diberikan setara dengan satu bulan upah. Sedangkan, untuk pekerja yang masa kerjanya masih dibawah 12 bulan. THR yang wajib diberikan besarannya proporsional.

Lebih lanjut, berkaca pada pemberian THR tahun 2020 lalu, pemberian THR bisa dilakukan dengan cara dicicil, namun seluruh perusahaan di Kota Batu semua bisa memenuhi kewajibannya.

“Dari total 100 lebih perusahaan yang ada di Kota Batu. Semuanya telah menuntaskan kewajibannya. Dimana terakhir pembayaran THR dilakukan pada Desember 2020 kemarin,” tandasnya.

Ia menambahkan, dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, belum ada persoalan yang terlalu signifikan terhadap pelaksanaan THR. Karena perusahaan telah mengalokasikan anggarannya jauh-jauh hari.

“Dari monitoring kami, setiap bulannya mereka mengangsur. Jadi ketika sudah waktunya, mereka siap memberikan THR kepada pekerja,” tandas Dedek.(wok/lna)