Operasi Pekat 2021, Polres Malang Berhasil Raih Peringkat Kedua se Jawa Timur

  • Whatsapp
Suasana rilis Operasi Pekat oleh jajaran Polres Malang yang menjaring total 1.896 kasus.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Jajaran Polres Malang kembali menunjukkan prestasinya dengan berhasil menempati peringkat kedua untuk wilayah Polres se Jawa Timur, dalam pengungkapan Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) 2021, Kamis (8/4/2021). Operasi meliputi Judi, Premanisme, Prostitusi, Kejahatan Jalanan, Miras, Narkoba dan Pornografi.

Baca Juga

“Kita (Polres Malang) berhasil menempati peringkat kedua diantara Polres Polres se Jawa Timur, operasi ini dilaksanakan mulai 22 Maret 2021 sampai 22 April 2021 mendatang,” kata AKBP Hendri Umar usai melakukan rilis Operasi Pekat di Lapangan Satya Haprabu Mapolres Malang.

Selanjutnya, akan dilakukan identifikasi berdasarkan kasus kasus yang berhasil diamankan.

“Hal hal yang menganggu kenyamanan masyarakat, dapat kita minimalisir dengan rutin diadakannya operasi pekat ini untuk kemudian dilakukan identifikasi berdasarkan jenis kasusnya,” lanjutnya.

Sebanyak 1.896 kasus dalam 2 minggu berhasil diamankan mulai dari Judi sejumlah 25 kasus, premanisme 1.016 kasus, miras 574 kasus, prostitusi 200 kasus, pornografi 10 kasus dan narkoba 71 kasus.

“Total hasil Operasi Pekat kali ini kami menjaring sebanyak 1.896 kasus serta sebanyak 1.998 tersangka berhasil diamankan, dengan rincian 199 orang masuk dalam penyidikan, 457 orang dikenakan Tindak Pidana Ringan (Tipikor) dan 291 orang akan dibina kemudian dikembalikan ke masyarakat dengan pengawasan Dinas Sosial dan Polisi,” beber Hendri.

Hendri menambahkan, adapun barang bukti yang berhasil diciduk mulai dari togel, uang, meja bilyard, buku tabungan, miras, gelang emas, karung, hp dan uang tunai, paket sabu dan motor.

Tak lupa, khusus kasus prostitusi masih dilakukan dengan cara konvensional mengingat prostitusi juga terjadi hingga ke pelosok daerah.

“Bersama aparat gabungan TNI/POLRI dan Satpol PP melakukan penindakan hingga ke warung warung yang ada di kecamatan. Tempat prostitusi kelas menengah ke bawah juga berhasil ditemukan sebanyak 200 yang kemudian akan kami serahkan ke pihak Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan,” tutupnya. (aje/aka)