Nekat Takbir Keliling di Mojokerto, Siap-Siap Diamankan Polisi

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Malam takbiran kali ini, warga tak bisa lakukan tradisi takbir keliling. Lantaran, Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto melarangnya guna mencegah penyebaran Covid-19. Masyarakat yang nekat melanggar siap-siap ditangkap polisi beserta kendaraan yang mereka gunakan.

Larangan takbir keliling disampaikan langsung Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander usai gelar apel pergeseran pasukan untuk pengamanan Hari Raya Idul Fitri di Mapolres Mojokerto, Jalan Gajah Mada, Mojosari. Menurut dia, takbir keliling menggunakan kendaraan bermotor maupun jalan kaki disertai pengeras suara bakal mengundang kerumunan.

Baca Juga

“Takbir keliling kami larang karena akan mengakibatkan kerumunan. Kegiatan yang bersifat mengumpulkan masyarakat sangat berbahaya terpapar Covid-19,” tegasnya, Rabu, 12 Mei 2021.

Ia menjelaskan, sebanyak 400 personil gabungan dikerahkan untuk mengantisipasi takbir keliling di Kabupaten Mojokerto. Yakni, terdiri dari 300 personil Polres Mojokerto, 50 Kodim 0815, 30 anggota Satpol PP, serta 20 petugas Dinas Perhubungan. Masyarakat yang nekat melanggar larangan tersebut bakal ditindak tegas.

“Malam ini kalau kami menemukan takbir keliling memakai kendaraan bermotor dengan sound system, kami amankan di Mapolres Mojokerto beserta kendaraannya. Mereka kami periksa dan kami minta membuat pernyataan agar tidak mengulangi,” ucapnya.

Terjunkan Personel Sekat Pemudik

Selain mencegah takbir keliling, lanjut Dony, ratusan personil gabungan diterjunkan juga untuk menyekat pemudik, menjaga keamanan Salat Idul Fitri dan Kenaikan Isa Almasih besok, Kamis, 13 Mei 2021, serta mencegah kerumunan di objek-objek wisata selama libur lebaran.

Penyekatan pemudik digelar di PPST Trowulan, Ngoro, depan Taman Ganjaran Trawas dan Pacet. Sedangkan pengamanan tempat-tempat wisata difokuskan di wilayah Trowulan, Pacet dan Trawas.

“Kami siapkan 40.000 masker untuk kami bagikan ke masyarakat yang tidak memakai masker mulai malam ini sampai pelaksanaan Salat Idul Fitri besok,” terangnya.

Dony mengimbau, umat muslim menunaikan Salat Idul Fitri dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Mulai dari membatasi jumlah jemaah maksimal 50 persen dari kapasitas masjid, memakai masker, mencuci tangan, hingga menjaga jarak satu sama lain.

“Harapan kami masyarakat ikut peduli dengan mematuhi prokes. Kami imbau seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto meningkatkan silaturahmi cukup menggunakan media komunikasi,” tandasnya.(din/aka)