Minat Guru Jatim Belajar TIK Tertinggi se Indonesia

  • Whatsapp
pendidikan guru
Ilustrasi - Guru melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di hari pertama masuk sekolah dilakukan secara daring di Kediri, Jawa Timur, Senin (13/7/2020). (Antara Jatim/istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Salah satu hikmah di dunia pendidikan akibat pandemi Covid-19 di tanah air adalah makin tingginya digitalisasi sistem pendidikan melalui pembelajaran jarah jauh. Sejak pandemi Covid-19 masuk Indonesia, memaksa lembaga sekolah menjalankan pembelajaran daring.

Namun, kesiapan guru terbatas, apalagi sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tak memadai. Kondisi ini memaksa guru mengatasi kesenjangan digital (digital gap) melalui pelatihan terstruktur, sistematis dan bersertifikasi resmi.

Baca Juga

Untuk itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Kemdikbud) melalui unitnya, Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) menggelar pelatihan komprehensif, Pelatihan Pembelajaran Berbasis TIK oleh guru se Indonesia berbagai jenjang.

Pada 2021 ini, guru-guru di Jawa Timur antusiasmenya sangat tinggi mendapat ilmu TIK. Terbukti tahun 2021 Provinsi Jawa Timur menjadi Provinsi peserta terbanyak nasional dalam Program Pembelajaran berbasis TIK 2021.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberi apresiasi karena para guru di Jatim terus bersemangat untuk meningkatkan kompetensinya selama masa Pandemi Covid-19 ini.

“Alhamdulillah, guru-guru di Jatim kembali menunjukkan semangatnya untuk terus belajar walaupun dalam suasana pandemi Covid-19,” tukasnya.

Dengan peserta guru terbanyak, akan berpotensi memberi sumbangsih nyata bagi peningkatan kualitas Pendidikan di Indonesia, selama Pandemi Covid-19 ini.

Kata Khofifah, digitalisai Pendidikan adalah keniscayaan, mengingat ke depan dunia pendidikan di Indonesia akan bersaing dengan negara lain di dunia.

Pembelajaran berbasis TIK ini sebagai program Peningkatan Kompetensi TIK guru mengacu TIK Guru UNESCO. Standar kompetensi TIK ini terdiri dari 4 level, yaitu level literasi, implementasi, kreasi, dan berbagi atau (i4 leveling)

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi mengatakan bahwa pelatihan pembelajaran berbasis TIK 2021 ini peserta dari Jawa Timur sebanyak 14.309 orang guru tertinggi se Indonesia.

Sementara, Provinsi Jabar kirim 12.024 peserta dan DKI Jakarta 9.510 peserta.

Melihat data itu, pertanda guru di Jatim memiliki minat tinggi meningkatkan kompetensi bidang teknologi informasi dan komunikasi di pembelajaran.

Plt. Kepala Pusdatin Kemdikbud, M. Hasan Habibie menyatakan, kali ini bukan pelatihan biasa, melainkan berbagi dan berkolaborasi, untuk mengimbaskan kemampuan para guru peserta dengan guru se tanah air.

Pelatihan pembelajaran berbasis TIK akan menjadi inspirator bagi guru-guru lain dalam memanfaatkan TIK untuk inovasi pendidikan, berujung memicu peningkatan mutu dan daya saing para guru serta akselerasi kualitas Pendidikan di Indonesia.(ima/lna)