Menkes RI Pastikan Penanganan Covid-19 di RSDLI Maksimal

  • Whatsapp
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, diterima dr Nalendra, Penanggungjawab RSDLI , Ketua Tim Satgas Kuratif dr Joni Wahyuhadi, di RS Darurat Lapangan Indrapura, Surabaya.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Menteri Kesehatan RI, Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU meninjau Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura (RSDLI) Kogabwilhan II Surabaya, Sabtu (26/2/2021) sore.

Menkes Budi Gunadi, ingin memastikan kelangsungan penanganan Covid-19 dan mengetahui perkembangan Rumah Sakit (RS) role model Jatim dan Nasional ini.

Dokter, Nalendra penanggungjawab RSDLI, menyatakan keberhasilannya menangani pasien Covid-19 kategori tanpa gejala, ringan, sedang dan emergensi menuju berat sebelum dirujuk ke RS utama.

“Dengan penanganan yang komprehensif dan rasional serta monitoring ketat, tingkat kesembuhan lebih dari 94,6% dan mampu menekan angka kematian 1 pasien selama 9 bulan beroperasi,” ujar dr Nalendra.

RSDLI juga telah berhasil menyembuhkan 6.433 pasien, memberikan kontribusi 5,59% dari total kesembuhan di Jawa Timur sebesar 115.728, dan 32,7% dari total kesembuhan di Surabaya 19.753.

“RSLI juga telah menjadi role model dan rujukan RS Lapangan lain di Jawa Timur dan Nasional. Menajdi contoh pembukaan RSLapangan baru di Madiun,Malang dan Solo,” papar Nalendra.

Di depan Menkes RI, Nalendra juga mengatakan pengorganisasian para penyintas Covid-19 juga sangat berkontribusi dalam sosialisasi dan edukasi membantu pengelolaan dan penanganan donor plasma konvalesen bersinergi dengan PMI, Dinas Kesehatan, TNI – Polri dan stakeholder lainnya.

Kunjungan ke RSDLI ini, Menkes didampingi oleh petinggi Kemenkes, Kadinkes Jawa Timur, dr. Herlin Ferliana, M.Kes., dan Ketua Satgas Kuratif Covid-19 Jatim, Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS.

Penangungjawab RSDLI, Laksamana Pertama dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, SP. B, Sp. BTKV (K) beserta dokter-dokter senior,yakni Dr. Erwin Ashta Triyono, dr., Sp.PD., KPTI., FINASIM, Dr. Christijogo Sumartono, dr., SpAn-KAR, dr. Nevy Shinta Damayanti, Sp.P., dr. Kadek, Sp.J., dan juga Radian Jadid, Ketua Relawan PPKPC-RSLI terlihat menyambut.

Menkes Budi, mendatangi semua unit layanan di RSDLI berjalan baik antara lain, ruang administrasi tenda A, jumlah dan kondisi 381 bed di tenda dan ruang gedung, kawasan zona hijau, zona merah, peralatan, dan seluruh fasilitas lain.

“Pak Menteri, kita per hari bisa merawat 300 orang pasien kondisi sedang menuju berat,” ujar dr Nalendra.

Konsep pertama adalah ruang tenda karena RS darurat. Namun pasien Covid-19 naik, diperluas menuju aula dan gedung. Kebetulan kawasan bekas RS Kulit dan Kelamin itu sangat besar dan luas.

“Kami juga menunggu izin dari Menkes untuk memakai fasilitas di seluruh eks RS Kulit dan Kelamin (Museum Kesehatan) ini secara maksimal,” tukas Nalendra.

Terakhir , Nalendra menjelaskan tips kesuksesan menangani kesembuhan pasien hingga 1 persen mortalitas ini yaitu, monitoring ketat, memakai lahan terbuka, jalankan konsep mandiri pasien mampu melayani diri sendiri, evaluasi tiap Morning Report, layanan slogan Be Happy, dan tidak memakai obat agresif.

Terakhir adalah RSLI memiliki relawan pendamping membantu penyelesaian masalah non medis (kesehatan lingkungan, psikologi, ekonomi, sosial kemasyarakatan) dari pasien.

“Semua terorganisir baik, termasuk alumni penyintas dan aksi nyata sosialisasi, edukasi, donor plasma darah dan aktifitas lainnya, berjalan baik,” pungkas Nalendra.

Di sela memeriksa fasilitas, dan ruangan di zona merah, Menkes memakai APD level 3, mengapresiasi kinerja Jawa Timur dan RSDLI.

“Dengan layanan dan sarana seperti ini saja berhasil apalagi ditambah maksimal maka Covid Jawa Timur maupun Indonesia bisa dikendalikan. Saya memberi ruang, membuka pintu komunikasi dan dukungan penuh apa kebutuhan yang diperlukan untuk memaksimalkan penanganan Covid-19,” ujar Menkes Budi.

“Saya juga sangat mengapresiasi kerja-kerja para nakes dan relawan yang tidak pernah merasa lelah dalam menangani para pasien Covid-19. Tetap jaga terus semangatnya, semoga pandemi Covid-19 segera berakhir,” imbuh Budi, mengakhiri kunjungannya.(ima/kal)