Lupaja Gandeng BUMDes Perluas Layanan Sembako Murah

  • Whatsapp
sembako murah BUMDes
Gubernur Khofifah saat mengunjungi Lupaja Jatim beberapa waktu lalu. (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Lumbung Pangan Jatim (Lupaja) terus kerjasama dengan BUMDes untuk memperluas jangkauan distribusi layanan sembako murah bagi masyarakat di Jatim.

Kali ini, Lupaja menggandeng BUMDes se Jatim, selain itu juga bertujuan mendorong tumbuhnya ekonomi di pedesaan.

"
"

Baca Juga

"
"

Dengan begitu akses masyarakat mendapatkan sembako murah dan melimpah dari Lupaja melalui BUMDes.

BACA JUGA : Sekdaprov Heru Gelorakan Masyarakat Disiplin Prokes

Sistem integrasi Lupaja dan BUMDes tepatnya yaitu BUMDes mengambil peran sebagai pihak yang ikut memasarkan produk atau dropshipper.

BUMDes bukan sebagai gudang melainkan Lumbung Pangan Jatim akan mengirimkan paket sembako sesuai pembelian dari masyarakat di daerah tersebut.

“Ini langkah Lupaja untuk bisa memperluas manfaat ekonomi. Tak hanya masyarakat dapat untung namun BUMDes juga mendapat nilai ekonomi untuk memajukanya,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (15/9/2020), di Gedung Negara Grahadi.

BUMDes berperan sebagai dropshipper sekaligus agen PT Pos. Setiap masyarakat yang membeli paket sembako, Lupaja akan mengirim ke BUMDes melalui PT Pos gratis ongkir.

Setiap paket sembako dipasarkan BUMDes akan diberi margin keuntungan Rp 5000 perpaket.

Selain itu, jika akumulasi penjualan oleh BUMDes dalam sebulan diatas 1.000 pesanan maka Lupaja akan memberi bonus Rp 1,2 juta pada BUMDes. Jika lebih dari 1.500 per bulan akan diberi insentif Rp 3 juta.

“Yang belanja tetap dapat sembako murah karena harga yang dipasarkan BUMDes sama dengan harga di outlet, website, maupun aplikasi. Ongkirnya juga tetap gratis, dan tetap bisa COD,” tegas Khofifah.

Layanan menggandeng BUMDes ini karena Pemprov Jatim ingin menjangkau masyarakat pedesaan yang belum tersentuh gadget. Sehingga mereka tetap bisa mengakses layanan sembako murah Lupaja.

Penanggung jawab Lupaja, Erlangga Satriagung menyebutkan sistem integrasi BUMDes ini sudah diuji coba di Pasuruan, Malang, Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto.

Antusiasme Masyarakat Besar

Ternyata antusiasme masyarakat belanja lewat BUMDes cukup besar. Uji coba akhir Agustus kepada 16 BUMDes sudah ada 259 transaksi senilai Rp 28,1 juta.

BACA JUGA : Khofifah Dorong Batik Pamekasan Patenkan Desain ke HAKI

“Dari sini analisa kita, antusiasme masyatakat cukup tinggi dan akan positif dalam mengembangkan BUMDes,” papar Erlangga.

Dengan membeli sembako di Lumbung Pangan di BUMDes, harganya di bawah pasar, dan mudah. Cukup mengisi google form di dalam rumah, pembayaran di tempat atau (COD), dan diberi masker gratis dari Lupaja.

Ke depan, Lupaja siap memperluas sasaran integrasi dengan BUMDes karena BUMDea banyak buka usaha toko dan menjadi agenpos.

Per September 2020 ada 62 BUMDes di Jatim yang memiliki usaha toko dan menjadi agenpos. Mereka menjadi sasaran yang siap untuk diajak integrasi perluasan layanan sembako murah Lupaja.

“Target kita ada 523 BUMDes yang memiliki usaha toko di Jatim bisa kita integrasikan sehingga akan mendekatkan layanan sembako murah gratis ongkir pada masyarakat di pedesaan,” pungkas Erlangga.(ima)

Post Terkait

banner 468x60