Lagi, Germo Online Tawarkan Anak di Bawah Umur Dibekuk Polda Jatim

  • Whatsapp
Polda Jatim merilis penangkapan germo online.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA– Di era pandemi Covid-19 beberapa kali Tim Polda membongkar kasus prostitusi online.

Baca Juga

Kali ini Tim Unit IV Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, membekuk Angga (21) mahasiswa asal Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sebagai pelaku prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur.

Modus pelaku dengan menawarkan anak di bawah umur untuk dijajakan kepada lelaki hidung belang melalui beberapa aplikasi di media sosial.

Pelaku menawarkan layanan plus plus melalui aplikasi Michat dengan akun bernama “Puput” serta Grup Whatsapp “Beragam Kreasi Jatim” dan Grup Facebook “Cewek Include Surabaya Sidoarjo.”

Tim Cyber Polda Jatim mengendus ulah tersangka dengan melakukan under cover buy. Setelah dipancing dengan petugas menyaru sebagai pelanggan baru, pelaku berkomunikasi dengan petugas yang menyamar.

Yang mengejutkan, pelaku menawarkan perempuan yang bisa memberikan kepuasan kepada lelaki hidung belang itu dengan tarif beragam. Tarif dibanderol Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, dalam pers rilisnya pada Selasa (26/1/2021) menyatakan bahwa berdasarkan penyelidikan pelaku akhirnya berhasil diendus keberadaannya.

“Kemudian pelaku berhasil dibekuk di rumahnya, Kamis 21 Januari 2021, pukul 23.00 WIB tanpa perlawanan,” beber Gatot.

Ditambahkan bahwa tersangka AP dalam mengunggah promosi jasa penikmat seksual itu dilengkapi foto foto anak di bawah umur untuk menarik minat lelaki hidung belang, di sejumlah media sosial.

Kata Gatot, pelaku juga menggunakan akun facebook “Angga Gepeng” untuk mengais keuntungan.

Korban Dijual Rp 500 Ribuan

“Para korban ini ditawarkan ke konsumen dengan harga Rp.500 hingga 1 juta rupiah,” tukasnya.

Kasus ini kata Gatot merupakan perbuatan prostitusi memanfaatkan anak di bawah umur ini terungkap setelah Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan Patroli Siber (Cyber Patrol).

“Petugas melakukan analisis dan penyelidikan terhadap keberadaan terduga pemilik akun yang mengunggah konten tersebut,” bebernya lagi.

Setelah Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengamankan pemilik akun, berikut barang bukti (BB), berupa 2 unit HP milik pelaku maupun saksi korban, Melati (bukan nama sebenarnya).

Akibat perbuatannya, pelaku yang memanfaatkan situasi pandemi Covid ini, dijerat dengan Undang – undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau pasal 296 KUHP juncto pasal 506 tentang mengambil keuntungan dari praktik prostitusi atau germo.(ima)

Bahkan juga dikenakan Pasal 27 Ayat (1) Pasal 4b Ayat (1) UU ITE dengan ancaman Hukuman Penjara paling lama 5 Tahun. Untuk Pasal 296 KUHP dengan ancaman Hukuman Penjara paling lama 1 (Satu) Tahun 4 (Empat) Bulan.(ima/aka)