Kongres XXXI Usai, PB HMI Minta Maaf ke Gubernur Khofifah dan Rakyat Jatim

  • Whatsapp
hmi jatim
PB HMI dan jajaran formateur menemui Gubernur Jatim, dan Forkopimda Jatim. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang terpilih pada Kongres XXXI di Surabaya, menemui Gubernur Jawa Timur, untuk meminta maaf dan mengucapkan terima kasih. Terutama atas suksesnya penyelenggaraan Kongres HMI XXXI di Surabaya di masa pandemi Covid-19.

Ketua PB HMI terpilih (Formateur) Raihan Ariatama, kali pertama menyampaikan banyak terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur, Wakil Gubernur Jawa Timur, seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jatim, Forkopimda Provinsj, Pemerintah Kota Surabaya, Forkopimda Kota Surabaya dan aparat keamanan yang turut mendukung suksesnya kongres HMI XXXI selama 8 hari ini.

Baca Juga

BACA JUGA: Pesan Presiden Jokowi dalam Pembukaan Kongres HMI ke XXXI

“Karena memang kesuksesan Kongres HMI hari ini tidak lepas dari bantuan keluarga besar di Jatim. Baik itu Gubernur, Kapolda, Pangdam, jajaran Pemprov Jatim, Wali Kota Surabaya, Pemkot Surabaya, pihak keamanan, Gugus Tugas Covid maupun masyarakat umum,” bebernya.

Seperti yang diketahui, bahwa selama pelaksanaan Kongres berlangsung terdapat peristiwa yang kurang terpuji, mencemaskan, dan tidak patut dicontoh.

“Untuk itu, kami atas nama HMI, Pengurus Besar dan keluarga besar HMI meminta maaf kepada masyarakat Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya atas insiden tersebut,” tukasnya.

“Kami juga mohon maaf atas ketidaknyamanan yang kami perbuat di Jatim selama menjalankan Kongres yang memang penuh dinamika di internal HMI. Dan sekali itu murni karena memang situasi kami di internal. Tidak ada maksud apa pun, serta tidak ada maksud untuk bikin kegaduhan di sini (Surabaya Jawa Timur,red),” akunya.

BACA JUGA: Kongres HMI Surabaya Ricuh, Kader Ngamuk, Ketum Badko Jatim: Kerusakan Menjadi Tanggung Jawab Kami

HMI melihat koordinasi, komunikasi, dan perhatian besar Gubernur, Pangdam dan Kapolda terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat Jawa Timur patut diapresiasi tinggi.

“Insya Allah karena kami koordinasi intens dengan seluruh pihak di Jatim ini, semoga apa yang disampaikan diarahkan dan petinggi di Jawa Timur ini menjadi contoh yang baik. Di satu sisi kader HMI tetap memandang dinamika organisasi itu penting, tapi tidak membuat kerusakan, keonaran dan perpecahan yang luar biasa di Jatim,” tegasnya menambahkan.

Niat dan wujud komitmen HMI, PB HMI dan kader HMI untuk serius menapaki kaderisasi dan berkhidmat dalam NKRI diwujudkan Raihan Ariatama, menemui Gubernur dan Forkoomda Jatim paska Kongres.

Wajar pula kemudian HMI menemui langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, karena seperti di acara pembukaan Kongres oleh Presiden Jokowi dari Istana secara virtual itu, Ketua Panitia Pusat yakni Pj Ketua Umum PB HMI, Arya Kharisma Teguh, mendapuk Gubernur Khofifah Indar Parawansa menjadi ibundanya para kader HMI dan kader Jawa Timur terutama.

BACA JUGA: Khofifah Ibundanya Kader HMI Jatim

Gayung bersambut, jajaran Ketua PB HMI terpilih bersama jajaran formateur lainnya menemui Gubernur Jatim, Kapolda dan Pangdam V Brawijaya di Gedung Negara Grahadi, Jumat (26/3/2021).

Kali ini pertemuan pengurus PB HMI dengan Gubernur dan Forkopimda plus ini berlangsung hangat dan santai di Grahadi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dalam sambutannya, mengucapkan selamat kepada Raihan Ariatama yang terpilih sebagai Ketua PB HMI, 2021-2023.

Menurut Khofifah, pemilihan Ketua HMI melalui Kongres tersebut adalah, salah satu proses sirkulasi elit.

“Ini adalah proses pembibitan para elit di negeri ini. Dan hal ini menjadi kawah candradimuka (tempat penggemblengan orang menjadi lebih baik) dari elit elit politik dan tokoh di negeri ini,” aku Khofifah.

Diakui atau tidak, bahwa kontribusi HMI ini sangat banyak bagi bangsa ini. HMI juga menjadi bagian elemen strategis di negeri ini. Bahkan sudah memberikan bukti, bahwa dedikasi dan pengabdiannya untuk negeri ini, nyata berupa produktivitas pemimpin, tokoh, dan kader anak bangsa yang luar biasa.

“Bagi kami yang di Jawa Timur, kita akan jadi bagian saksi sejarah lahirnya kepemimpinan yang akan jadi bagian dari proses menjaga, mengawal, dan menunjuk bahwa mereka akan menjadi bagian yang ikut mengantarkan Indonesia maju ke depan,” beber Khofifah, Ketua Muslimat NU Pusat ini.

Tampak beberapa pejabat Pemprov Jatim ikut mendampingi Khofifah. Termasuk Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya yang diwakili Kasdam, Pangkoarmada II, serta jajaran dari Polrestabes Surabaya.(ima/lna)