Kongkow di Cafe Tak Bermasker Diangkut, Sidang di Tempat Rp 52 Ribu

  • Whatsapp
Sidang di tempat pengunjung tak bermasker.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA- Puluhan warga yang melanggar protokol kesehatan tak memakai masker terciduk Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan (TP3KC), Rabu (16/9/2020) malam.

Baca Juga

Mereka diangkut mobil truk polisi untuk menjalani sidang di tempat yang dipusatkan di Taman Bungkul, Jalan Darmo, Kota Surabaya.

Rerata dari mereka masih muda. Ada yang lupa bawa masker, ada yang salah memakai masker, ada pula yang memang tidak mengenakan masker saat di cafe.

Rifan (18) warga Semolowaru misalnya. Dia mengakui tak memakai masker saat masuk toilet. Begitu keluar ada razia dan terciduk.

“Yaa menyesal sih Mas, tidak memakai masker tadi. Pikir saya memang sebentar,” ujarnya di Taman Bungkul.

Beda dengan Sofiul (19), yang memakai masker di leher. Akibatnya dia ikut diangkut petugas.

Beberapa dari mereka berdiri antre menunggu panggilan sidang singkat di tempat yang disiapkan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi.

Di warnai rintik gerimis, sidang cepat itu menyelesaikan belasan pelanggar protokol kesehatan. Sejurus kemudian datang lagi, belasan orang turun dari mobil truk eksekutor.

Ada Missel (22) dan pacarnya. Warga Kota Surabaya ini begitu malu karena tak memakai masker.

“Saya diantar pacar saya tadi. Sama sama lupa tidak memakai masker. Yaa..menyesal Mas, pikir saya sebentar ternyata pas ada razia,” akunya menutupi wajahnya.

Petugas pun membagikan masker kepada puluhan warga yang terjaring tadi. Satu persatu mendapat panggilan. Majelis hakim tunggal menggedok palu.

Hadi (22) warga Semolowaru, pasrah dan menerima putusan hakim tersebut. Dia pun dikenai sanksi denda Rp 50 ribu dan pajak Rp 2.000.

Begitu juga pelanggar protokol kesehatan yang lain. Mereka dikenai sanksi Rp 52 ribu plus pajak. Jauh dari dendan maksimal yang ada di Pergub 53 tahun 2020, yakni denda Rp 250 ribu.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Dr M Fadil Imran, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Widodo Iryansyah, datang memantau pelaksanaan sidang di tempat ini.

Didampingi pejabat utama Pemprov dan pejabat utama Polda, serta Sekda Provinsi Jatim Heru Tjahjono, Gubernur mendekati warga yang menjalani sidang di tempat.

Terus Ajak Masyarakat untuk Disiplin

Di sela itu, Gubernur Khofifah kepada wartawan mengatakan tetap mengajak masyarakat untuk disiplin memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak.

“Itu ikhtiar kita karena Covid belum berakhir. Dan sosialisasi sudah dianggap cukup selama 6 bulan ini, sehingga saatnya ada law enforcement atau penegakan disiplin protokol kesehatan seperti saat ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Fadil Imran, sempat mewawancarai beberapa warga yang terjaring razia. Kapolda Fadil, mengimbau agar yang pernah melanggar ini jera dan turut sosialisasi agar patuhi protokol kesehatan.

“Yaa…makanya pakai maskernya ya. Jangan lupa yang lain dikasih tahu, disiplin pakai masker,” ujarnya di sela memantau sidang di tempat itu, bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen Widodo.

Sayang, sidang kasus yustisi atau penegakan Perda ini dipercepat karena cuaca tidak mendukung. Gerimis rintik kecil mulai membesar, berubah jadi hujan.

Melihat itu, Pangdam V Brawijaya Mayjend Widodo menegaskan bahwa selanjutnya tiga hari ke depan proses sidang di tempat hasil operasi yustisi ini masih akan diselenggarakan di Taman Bungkul, Jalan Darmo Kota Surabaya.

“Ya kita lihat situasinya begini makanya akan didirikan tenda darurat untuk proses persidangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Rabu sore Tim Hunter Covid atau Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid, diluncurkan dan dilepas oleh Gubernur, Pangdam dan Kapolda di Grahadi.

Rabu malam sekira pukul 20.00 WIB, pasukan Tim Pemburu Pelanggar Covid berkumpul di Mapolrestabes Surabaya.

Dari Mapolrestabes Tim P3KC ini diluncurkan menuju beberapa sasaran kerumunan yakni Cafe, Warkop, dan tempat kerumunan lain di Kota Surabaya.

Sekira pukul 21.45 WIB mulai berdatangan truk eksekutor mengangkut pelanggar prokes untuk mengikuti sidang. Usai sidang mereka diangkut kembali ke tempat parkir motor mereka saat terjaring razia.(ima/aka)

Post Terkait

banner 468x60