Komentar Tim Advokasi dan Hukum Paslon Nomor 2 Soal Dugaan Kampanye Hitam Terlapor BS

  • Whatsapp
Komentar Tim Advokasi dan Hukum
Ari Bilowo
banner 468x60

NUSADAILY.COM-PONOROGO-  Komentar Tim Advokasi dan Hukum Paslon nomor urut 2 Ponorogo akhirnya meluncur. Tim Bupati – Wakil Bupati Ponorogo angkat bicara. Yakni soal tuduhan terlapor BS yang tidak dapat menghadirkan bukti pada pemanggilan Bawaslu Kamis (19/11/2020).

BACA JUGA: Dua Kali Mangkir, Terlapor Kampanye Hitam Penuhi Panggilan Bawaslu Ponorogo – Imperiumdaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Aliansi Masyarakat Kembali Datangi Bawaslu Ponorogo

Hal tersebut dijelaskan Ari Bilowo Tim Advokasi dan Hukum kepada nusadaily.com Sabtu (21/11/2020). Bahwa tuduhan BS terlapor kampanye hitam, yang sempat mangkir dua kali dari panggilan Bawaslu kemarin. Ternyata tanpa bukti atau menuduh tanpa dapat menunjukkan bukti.

“Dalam kegiatan berdemokrasi sebuah tuduhan yang tidak mendasar, tanpa alat bukti dapat di katakan sebagai fitnah,” terangnya

Perbuatan tersebut, lajut Ari Bilowo, harus memenuhi unsur pasal 311 ayat ( 1 ) Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP). Yakni barang siapa melakukan kejahatan menista atau menista dengan tulisan, dalam hal ia diixinkan untuk membuktikan tuduhan itu. Jika ia tidak dapat membuktikan dan jika tuduhan itu dilakukan sedang diketahuinya tidak benar. Dihukum karena salah memfitnah dengan hukum penjara selama lamanya empat tahun.

Unsur unsur Pasal 311 ayat ( 1 )  KUHP adalah, pertama seseorang, kedua menista orang lain baik secara lisan maupun tulisan. Ketiga orang yang menuduh tidak dapat membuktikan tuduhan yang dan jika tuduhan tersebut diketahuinya tidak benar. Unsur-unsur Pasal 311 ayat ( 1) KUHP ini harus merujuk pada ketentuan menista pada Pasal 310 ayat ( 1 ) KUHP.

“Begini bunyinya, barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dia melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu. Dihukum karena menista,  dengan hukuman penjara selama lamanya sembilan bulan,” jelasnya.

Ini Pasal Soal Tuduhan

Ia juga mengutip dari tulisan R. Soesilo, bahwa kejahatan pada pasal ini dinamakan memfitnah. Selanjutnya atas pasal ini, R. Soesilo merujuk kepada catatannya pada pasal 310 KUHP no. 3 yang menjelaskan tentang apa itu menista.

Menuduh seseorang telah melakukan perbuatan yang tertentu dengan maksud tuduhan itu akan tersiar atau diketahui orang banyak.

“Intinya menuduh orang lain tanpa bukti dapat dikatakan sebagai fitnah. Dan dapat dipidana sepanjang tuduhan tersebut tersiar atau diketahui orang banyak,” komentar Tim Advokasi dan Hukum.

Untuk itu mari belajar dalam menjaga lisan supaya situasi di kontestasi Pilkada Ponorogo kondusif. Jika Bawaslu sebagai lembaga independen tidak bisa membawa pada iklim yang kondusif. Maka kegaduhan akan terjadi.

Akibat kinerja Bawaslu yang tidak profesional, produk hukum Bawaslu akan menjadi literasi dan catatan sejarah. Apabila diduga ada yang memfitnah tapi tidak ditindak lanjuti dengan tuntas. Dan justru akan membawa masalah baru di Ponorogo.

” Mulutmu harimaumu, ” pungkas Ari Bilowo.(nto/cak)

Post Terkait

banner 468x60