Kolaborasi Gubernur Jatim dan Wali Kota Surabaya Dipuji Menkes RI

  • Whatsapp
Menkes RI Budi Gunadi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Surabaya Eru Cahyadi dan Forkopimda menyapa peserta lansia yang akan divaksin.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA– Kolaborasi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Surabaya dalam menyukseskan para lansia untuk divaksin berbuah manis. Kolaborasi itu mendapat pujian dari Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi saat melihat pelaksanaan vaksinasi tahap II di Kota Surabaya, Sabtu (27/2/2021).

Baca Juga

Menkes Budi juga mengapresiasi kolaborasi Gubernur Khofifah bersama Pemkot Surabaya yang telah berhasil mengumpulkan para lansia di Surabaya untuk divaksinasi.

Sehingga hal tersebut diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Teman-teman di daerah lain yang memiliki resources, akses , bisa untuk mengajak lansia segera divaksin agar mereka bisa terlindungi dari Covid-19,” ajaknya.

Menkes Budi Gunadi mengatakan, saat ini sedang berlangsung vaksinasi Covid-19 tahap kedua. Targetnya 38 juta orang atau 62 juta suntikan hingga akhir Juni 2021.

Dari total target itu terdiri dari 21 juta untuk lansia, dan 16 juta bagi petugas pelayanan publik.

“Targetnya terutama itu lansia, karena mereka adalah orang-orang yang berisiko tinggi. Targetnya direncanakan bisa selesai sampai Akhir Juni 2021,” jelasnya.

Untuk mendukung vaksinasi bagi lansia, perlu mendapat banyak dukungan dari masyarakat. Tidak hanya dari program pemerintah, tetapi harus menggerakkan modal sosial masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, terlihat mendampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia) di Gedung Samator, Jalan Kedung Baruk, Surabaya, Sabtu (27/2/2021).

Turut mendampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi,  Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Kadinkes Jatim dr. Herlin Ferliana, Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya dr. Joni Wahyuhadi, Direktur RS Saiful Anwar Malang dr. Kohar Hari Santoso, dan Direktur RSJ Menur dr. Mochammad Hafidin Ilham.

Setibanya di Gedung Samator, Gubernur Khofifah bersama Menkes langsung menyapa sekaligus menanyakan kondisi para lansia yang akan dan sudah divaksin. Selanjutnya melihat alur vaksinasi dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat di dalam gedung tersebut.

Terdapat Dua Kelompok Sasaran Vaksinasi

Seusai meninjau, Gubernur Khofifah ini mengatakan, pada tahap kedua ini terdapat dua kelompok sasaran vaksinasi Covid-19, yaitu pada pemberi pelayanan publik dan lansia.

“Dua kelompok inilah yang menjadi sasaran kita di tahap kedua. Kalau dibanding pemberi pelayanan publik yang juga berisiko, lansia ini juga berisiko karena kondisi tubuhnya yang rentan,” terangnya.

Sesuai pesan Menkes, pelaksanaan vaksinasi bagi lansia ini harus dikawal dengan baik agar bisa mendapat vaksinasi sesegera mungkin. Karenanya, untuk mempercepat sasaran dari lansia tervaksinasi pada tahap kedua ini, maka dilakukan vaksinasi masal. Berdasarkan data dari Dinkes Jatim, targetnya 3.000 selama dua hari.

“Jadi nanti kita akan bisa lebih mempercepat pencapaian target sasaran itu dengan dilakukannya pelayanan dengan model vaksinasi masal,” tandas Khofifah.

Meskipun demikian, Gubernur Khofifah menegaskan, bahwa protokol kesehatan ini harus benar-benar dijaga walaupun sudah divaksinasi. Ini penting, untuk mencegah  terjadinya peluang untuk penularan Covid-19.

“Jaga jarak, cuci tangan, pakai masker menjadi sesuatu yang penting pada kondisi pelayanan vaksinasi masal seperti ni. Hal ini harus benar-benar dikawal dan dikontrol,” tegasnya.(ima/aka)