Koalisi Wartawan Sidoarjo Aksi Teatrikal Kecam Kekerasan Aparat Terhadap Jurnalis TEMPO

  • Whatsapp
Koalisi Wartawan Sidoarjo
Aksi teatrikal wartawan Sidoarjo sebagai bentuk Kecaman terhadap Jurnalis Tempo.Foto: Syaiful Bahri/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM-SIDOARJO- Koalisi Wartawan Sidoarjo kutuk keras penganiayaan terhadap Nurhadi wartawan TEMPO yang dilakukan oleh oknum aparat di Surabaya. Aksi ini digelar dengan teatrikal sebagai gambaran aksi kekerasan terhadap seorang jurnalis yang dilakukan oleh aparat.

BACA JUGA: Wartawan Tempo yang Dianiaya saat Bertugas Dapat Perlindungan LPSK – Imperiumdaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Kesaksian Wartawan Tempo saat Investigasi Kasus Suap Pajak, Dianiaya Lebih Dari 10 Orang – Nusadaily.com

“Apa yang dialami Nurhadi sudah menyakiti kita semua, tamparan yang dialami Nurhadi adalah tamparan buat kita,” Ujar M. Taufik Wartawan Harian Surya dalam orasinya.

Heri Susetyo Korlap aksi mendesak kepada aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Dan meminta pelaku penganiayaan mendapat hukuman sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami sangat menyesalkan adanya kekerasan terhadap seorang jurnalis. Kejadian ini merupakan bentuk ancaman terhadap kebebasan pers,” katanya saat menggelar aksi solidaritas di Alun-alun Jayandaru Sidoarjo, Senin (29/3/2021).

Lebih jauh, Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sidoarjo itu menegaskan. Pers Nasional khususnya di Jawa Timur tidak akan surut untuk menjalankan tugas dan fungsi jurnalis. Sebagai salah satu kekuatan kontrol sosial. Sesuai dengan Undang-undang No 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.

“Kami meminta kepada semua pihak untuk taat dan patuh terhadap undang-undang. Karena Indonesia adalah negara hukum. Maka aparat penegak hukum harus paham terhadap kerja jurnalistik yang sudah jelas dilindungi undang-undang,” ungkapnya mewakili Koalisi Wartawan Sidoarjo.

Untuk itu, pihaknya berharap kejadian kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat penegak hukum terhadap wartawan tidak terulang lagi.

“Kami berharap kejadian ini adalah yang terakhir. Dan tidak terulang lagi,” pungkasnya.(ful/cak)