Klaster Hajatan di Banyuwangi, 25 Orang Positif COVID-19

  • Whatsapp
warga hajatan
Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Tegaldlimo saat melakukan siaran keliling agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan usai terjadi klaster hajatan di Dusun Ringinsari, Desa Wringinpitu. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Sebanyak 25 warga Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo terkonfirmasi positif COVID-19. Ledakan kasus diduga kuat berasal dari klaster hajatan yang digelar warga setempat.

Kepala Desa Wringinpitu, Warsito membenarkan adanya ledakan kasus COVID-19 di desanya. Kasus ini pertama kali ditemukan, setelah ada satu warga yang positif terjangkit virus Corona usai menghadiri hajatan di Dusun Ringinsari.

Baca Juga

BACA JUGA: 16 Warga Gunung Kidul Positif COVID-19 Setelah Bantu Hajatan Tetangga

Setelah dilakukan tracing, ditemukan 3 warga lainnya yang juga menghadiri hajatan tersebut terpapar terkonfirmasi positif COVID-19. 

“Jadi awalnya ada satu warga yang positif setelah menghadiri hajatan akhir bulan Mei lalu. Kemudian saat dilakukan tracing ada 3 warga lainnya yang menunjukan gejala COVID-19. Setelah dilakukan tes swab antigen, ternyata mereka positif Corona,” kata Waskito, saat dikonfirmasi wartawan, Senin 14 Juni 2021.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan setelah munculnya klaster hajatan ini, pihaknya langsung memperluas tracing terhadap kontak erat 4 pasien tersebut. 

Hasilnya pun mencengangkan. Ditemukan 21 warga lainnya yang juga terkonfirmasi positif COVID-19. “Yang terbaru hari ini ada dua tambahan warga positif. Jadi total sudah ada 25 warga yang terkonfirmasi positif COVID-19,” ungkapnya.

BACA JUGA: Usai Hajatan, 66 Warga Madiun Positif Covid-19

Sejauh ini, kata pria yang akrab disapa dr. Rio ini, pihaknya belum menerima adanya kasus kematian dari klaster hajatan Desa Wringinpitu. 

“Dari 25 pasien COVID-19, lima orang sudah dinyatakan sembuh. Saat ini masih ada 20 kasus aktif. Dua pasien menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan 18 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing karena tidak menunjukan gejala,” tutup Rio yang juga menjabat juru bicara Satgas COVID-19 Banyuwangi itu. (ozi/lna)