Kera Liar Resahkan Warga, Petugas Kesulitan Temukan Tempat Persembunyian “Si Kera”

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Warga Lingkungan Panggreman, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto diresahkan dengan kehadiran seekor kera liar. Hingga sampai saat ini, kera berukuran cukup besar tersebut belum kunjung tertangkap.

Dari informasi NUSADAILY.COM yang diperoleh di lokasi sekitar, kera dengan ukuran lumayan cukup besar tersebut sudah berkeliaran sejak satu bulan terakhir. Bahkan sejumlah warga seringkali melihatnya melewati atap rumah penduduk setempat, lalu masuk ke dalam area kebun yang penuh dengan pohon mangga dan berukuran cukup luas.

Baca Juga

Salah satunya, warga Panggreman Gang VIB Sugianto (73), mengatakan, kera liar tersebut kerap berkeliaran ke rumah-rumah penduduk pada pagi dan sore hari. Bahkan, dua hari lalu dirinya melihat kera tersebut berada persis di depan tempat tinggalnya.

“Karena ada anak kecil sehingga pintu selalu kami tutup. Kami khawatir menyerang anak-anak. Makanya kami resah. Ya sekitar sudah sebulanan.” ungkapnya, Kamis 20 Februari 2020.

Menurut warga, keberadaan kera yang diperkirakan memiliki ukuran dewasa ini sangat meresahkan. Selain itu, kera yang hampir satu bulan berkeliaran juga tak diketahui pemiliknya.

Bahkan kera liar itu sempat membuat genteng salah satu rumah warga bernama Caka (53) warga Gang VI Panggreman berantakan karena melintas di atap rumahnya.

“Iya atap rumah saya berantakan, waktu itu keranya lari-larian di atap teras. Alhasil gentengnya berantakan, keluarga juga Madura resah karena takut diserang kera tersebut,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, petugas gabungan Satpol PP, pemadam kebakaran, serta Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Mojokerto langsung melakukan pemburuan di lokasi kera tersebut berkeliaran.

Mereka menyisir ke rumah-rumah penduduk dan kebun. Namun, penyisiran sekitar satu jam tersebut tidak membuahkan hasil.

“Kemungkinan dari wilayah Kabupaten. Masuk ke sini karena menemukan habitat yang nyaman, ada kebun cukup luas dan rimbun juga di sini sehingga senang di sini akhirnya,” jelas Kasi Perikanan DKPP Kota Mojokerto, Suhartowo.

Kendati tak membuahkan hasil, pemantauan dan pemburuan akan tetap dilakukan. Pihaknya juga berusaha memetakan wilayah yang biasa dijelajahi kera liar itu dalam sebulan terakhir. Pihaknya pun meminta warga segera melapor jika melihat kemunculan kera tersebut.

“Kalau ada warga yang melihat lagi langsung kami minta melapor. BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dan instansi di Pemkot Mojokerto seperti Satpol PP maupun Damkar akan datang ke sini untuk menangkapnya,” himbaunya.(din)

Post Terkait

banner 468x60