Kasus Penganiayaan Gadis Cantik di Apartemen Dilanjut ke Penyidikan

  • Whatsapp
gadis cantik babak belur dianiaya
Terduga pelaku (bermasker) bersama Gibran Rakabuming Raka. Serta foto korban yang babak belur. Foto: Ist/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Rahardian Zulfikri, terhadap Anggriani Chintami Ayu Lestari (32 tahun), di Apartemen Royal City Loft diproses lanjut oleh jajaran penyidik Polsek Lakarsantri.

Kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan, dan akan dilakukan proses pemeriksaan lanjutan setelah Berita Acara Pemeriksaan (BAP) awal dirasa cukup, dengan dua alat bukti.

Baca Juga

BACA JUGA: Gadis Cantik Ini Babak Belur Dianiaya, Terduga Pelaku Ngaku Tim Inti Gibran

Dalam kasus ini Anggriani atau korban telah pula menandatangani BAP kasus dugaan penganiayaan tersebut dengan jeratan pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

“Iya tadi saya sudah dilakukan pemeriksaan penyidik Polsek Lakarsantri, dan sudah tandatangan,” tukasnya.

Dalam kasus ini, pelaku yang disebut – sebut ‘mengaku’ orang penting, tim inti Cawali Kota Solo Gibran, ini membuat korban tak bisa bekerja. Dia tertekan secara psikis dan sakit fisik.

BACA JUGA: Ini Rekaman CCTV Terkait Penganiayaan Gadis Cantik di Apartemen Royal City Loft

Ditemui di tempat tinggalnya, Anggriani, dengan wajah masih lebam di bawah mata dan pelipis kanan ini mengatakan bahwa dirinya tetap minta kasus ini dilanjutkan.

“Sebagai wanita saya dilecehkan, dan sangat direndahkan. Saya minta diproses lanjut secara hukum,” akunya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunojudo, masih belum menjawab konfirmasi wartawan terkait pernyataan terlapor yang mengaku kenal dengan Kapolda Jatim.

Beberapa kali dihubungi dan ditelepon, Kabid Humas tidak memberikan jawaban. Sementara itu, Kapolsek Lakarsantri AKP Hendrix Kusuma Wardana, SIK, yang dihubungi melalui Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri, Suwono juga tidak menjawab.

BACA JUGA: Ini Reaksi Terduga Pelaku Penganiayaan Cewek Apartemen Surabaya

Sementara itu, terlapor yang diduga asli kelahiran Bangil, Pasuruan, ini menghubungi Nusadaily.com dan menegur perihal munculnya berita Anggriani.

“Kenapa Anda menaikkan berita itu (soal Anggriani), maksudnya apa?” tanyanya dengan nada agak tinggi.

Setelah dijawab hanya sebatas tugas wartawan dan tidak ada maksud lain, sambungan telpon ditutup.(ima/lna)

Post Terkait

banner 468x60