Kapolda Jatim: Selesaikan Covid-19 Harus Tepat Jantung Masalahnya

  • Whatsapp
Kapolda Jatim Irjen Fadil Imran, saat sidak di Pos Penyekatan Ngawi.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran M.Si, pada H-2 Idul Fitri, melakukan inspeksi mendadak mengecek kesiapan pos penyekatan perbatasan Jawa Timur – Jawa Tengah yakni check point Ngawi.

Pos penyekatan di exit tol Ngawi KM 579 ini, merupakan satu dari delapan pos yang digunakan untuk Operasi Ketupat Semeru 2020 yang efektif dijalankan sampai 31 Mei 2020.

Baca Juga

Kapolda Jatim Irjen Fadil Imran, disambut oleh Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto dan Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono, dan unsur Forkopimda Kabupaten Ngawi lainnya.

Pada kesempatan ini Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran, M.Si didampingi Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, dan Sekda Prov Jatim Dr. Ir. Heru Tjahjono, M.Si.

Kapolda juga didampingi beberapa pejabat utama di Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya.

Dalam arahan terkait pandemi Covid-19. Kapolda Jatim Fadil Imran, yang dikutip Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K, menegaskan bahwa penyelesaian penanganan wabah atau pandemi Covid-19 harus langsung menuju jantungnya.

Jantung persoalan pandemi yang tak kunjung selesai ini masalahnya terletak di langkah awal, atau penukaranya, baru pelacakan dan pengobatannya. Maka fokus utama adalah pencegahan penularan terlebih dahulu.

“Jantung persoalan itu di hulu. Di awal harus dilakukan langkah seperti scanning, analisis, responsif dan assesment hingga tepat penanganannya dan terukur sehingga mudah evaluasinya,” tukas Kapolda dikutip Kabid Humas Kombes Trunojudo.

Di satu sisi Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran, M.Si juga menekankan pentingnya obat atau vaksin Covid-19 yang tidak ada lain yakni disiplin.

“Displin adalah Vaksin dan Obat Covid-19,” ujar Irjen Fadil Imran, yang baru sepekan menjabat Kapolda Jatim ini.

Dalam kaitan sidak saat ini, Kapolda juga mengecek kedisiplinan dan kesiapan petugas lapangan di Pos Penyekatan.

Di sini petugas memantau kedisiplinan masyarakat mengikuti aturan pemerintah untuk tidak mudik terlebih dahulu pada masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Ngawi Budi Sulistyono, juga mlaporkan bahwa hingga 21 Mei 2020, angka kasus postif Covid-19 di Ngawi ada 12. Seluruhnya akibat penularan klaster Temboro.

“Mereka telah ditangani dengan baik di rumah sakit,” ujarnya.(ima)