Kapolda Jatim: Jangan Sampai Anggota Ikut Politik Praktis di Pilkada

  • Whatsapp
banner 468x60

SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.S,i mengingatkan agar anggota Polri tidak ikut politik praktis di Pilkada serentak.

Baca Juga

Demikian ditegaskan Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr M Fadil Imran, dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, saat kunjungan kerja ke Polres Lamongan, ditemani Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Pangkoarmada II Laksda TNI I.N.G Sudihartawan, serta para Kapolsek dan Koramil se-Kabupaten Lamongan.

Kehadiran Kapolda Jawa Timur dan Pangdam V Brawijaya ke wilayah Lamongan selain memantau kondisi Pandemi Covid-19, juga melihat serta pengecekan pasukan jelang Pilkada serentak 2020 secara langsung. Baik anggota Babinkantibmas maupun Babinsa.

Selain melihat kesiapan anggota secara langsung, Kapolda Jawa Timur, juga melakukan Video Teleconference. Bersama dengan jajaran anggota Babinkantibmas/ Babinsa seluruh Polres Jajaran.

Kapolda Irjen Fadil, meminta agar seluruh anggota selalu mendeteksi sejak dini potensi kerawanan jelang pilkada serentak di Jatim. Selain itu, sinergitas TNI/Polri juga harus selalu beriringan untuk pengamanan.

Dia berpesan jangan sampai anggota ikut dalam politik praktis saat pilkada berlangsung.

“Jelang pilkada, seluruh anggota harus siap menjaga keamanan bersama. Dan jangan sampai saat pilkada serentak anggota menjadi bagian politik praktis. Kita harus jaga betul netralitas TNI/Polri,” ucap M. Fadil Imran.

Di kesempatan yang sama, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, saat melakukan kunjungan ke Polres Lamongan juga menekankan kepada anggota untuk menjaga netralitas saat pilkada.

“Saya minta kepada seluruh jajaran baik di Kodim maupun Koramil, untuk menjaga netralitas saat pilkada. Jangan sampai anggota ikut menjadi bagian dari kontestasi politik Pilkada Serentak. Yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020,” ucap Pangdam V Brawijaya.(ric/aka)

Post Terkait

banner 468x60