Gubernur Khofifah, Mentan dan Menko PMK Panen Porang di Madiun

  • Whatsapp
panen porang
Gubernur Khofifah, Mentan dan Menko PMK Panen Porang di Madiun. (Istimewa)

NUSADAILY.COM – MADIUN – Umbi porang asal Jawa Timur (Jatim) kini menjadi komoditas primadona di dunia. Di balik itu, Pemprov memberikan larangan ekspor bibit porang agar petani Jatim bisa meluas. Bahan baku kosmetik ini diakui dunia dihasilkan terbesar di Jatim terutama Madiun.

Pengembangan kawasan porang Madiun dilakukan dengan lahan porang pada 2020 seluas 5.263 Hektare (Ha), pada 2021 akan ditanam 752 Ha, dan 2022 pada 800 Ha.

Data Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi, perkembangan ekspor porang sejak 2018 s/d 2020 di Jatim melalui Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya selalu meningkat.

Pada 2018, volumenya mencapai 5.516.382 kg dengan nilai sebesar Rp. 270.302.720.450. Negara tujuan ekspor diantaranya, China, Vietnam, Jepang, Thailand, Singapura, Korea Selatan dan Taiwan.

Baca Juga: Nilai Ekonomis Tinggi, Sulsel Akan Kembangkan Tanaman Porang

Pada 2019 volumenya mencapai 6.064.947 kg dengan nilai sebesar Rp. 297.182.412.310. Negara yang dituju adalah Thailand, China, Taiwan, Vietnam, Kamboja, Pakistan.

Pada 2020 volume mencapai 10.319.458 kg senilai Rp. 499.082.915.019. Negara tujuan, China, Belgia, Thailand, Myanmar, Jepang, Vietnam, India, Taiwan, Singapura, Bulgaria, Korea Selatan, Perancis dan US.

Untuk itu Pemprov Jatim memberi penguatan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy melakukan gerakan panen porang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga: Balitbangtan Serius Kembangkan Tepung Porang Jadi Glukomanan

Ikut pula Bupati Ahmad Dawami, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, dan Komisi IV DPR RI.

Gubernur Khofifah sempat berdialog dengan para petani porang yang masuk Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Ada 25 petani sedang bekerja di lahan. Khofifah terkejut banyak petani porang perempuan sedang bekerja. Usai dialog, Khofifah membagikan masker.

Kata Khofifah, Pemprov Jatim sudah mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur Jatim terkait larangan ekspor katak porang ke luar negeri.

Kenapa? Karena banyak bibit atau katak porang dijual ke luar negeri.

Sebagai informasi, harga katak porang senilai Rp. 200 ribu/kg, sedangkam umbi basah porang Rp. 7 ribu/kg, chip Rp. 50 ribu/kg, dan rendemen chip 15 persen dari porang basah.

Baca Juga: Riau Mendorong Potensi Budidaya Udang Vaname di Daerah Pesisir

“Katak porang ini diburu dari sangat banyak negara yang beriklim tropis untuk budidaya porang. Jadi saya mohon Pak Bupati Madiun dan petani porang  menjaga bahwa sesuai SK Gubernur melarang katak untuk diekspor ke luar negeri,” tegas gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

“Kami juga akan terus mengkonsolidasikan terkait pelarangan ekspor katak porang dengan Bea Cukai,” imbuhnya.

Menurut Khofifah, petani membutuhkan banyak bibit atau katak saat mengembangkan tanaman porang. Namun, para petani akan kesulitan mendapat bibit saat katak diekspor.

Untuk itu, larangan ekspor bibit tanaman porang akan membantu petani mendapatkan bibit porang. Sehingga katak porang ini lebih baik dibudidayakan di dalam negeri. Apalagi luasan lahan di Jatim masih cukup untuk bisa ditanami komoditas porang.

Terkait hilirisasi porang, Khofifah mengatakan, saat ini Universitas Brawijaya telah menjadi center of excellence untuk komoditas porang. Harapannya bisa terus mengembangkan varian end product porang. Potensi hilirasi produk dan pohon industri porang sebanyak 21 produk turunan.

“End product porang itu variannya sudah cukup banyak. Pasti membutuhkan teknologi pangan yang lebih advance lagi supaya pasar yang bisa diakses lebih banyak lagi,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian yang memberikan support bagi petani porang Jatim berupa KUR. Bahkan KUR bagi petani porang ini telah dilaunching di Pendopo Kabupaten Madiun pada Bulan April 2021.

Menurut Mentan RI Syahrul Yasin Limpo

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, porang merupakan sejenis tanaman yang ada di hutan tropis, tidak banyak negara yang memiliki tanaman ini. Karenanya, Presiden Jokowi membuat upaya maksimal menjadikan porang sebagai salah satu komoditi andalan Indonesia yang baru.

Sejak tahun 2020, lanjut Mentan, Kementan memasukkan tanaman porang sebagai salah satu komoditas superprioritas produk pertanian selain sarang burung walet. Hal ini juga sesuai arahan Presiden Jokowi menyatakan bahwa porang menjadi harta karun kita yang baru untuk Indonesia.

Disamping itu, Syahrul mengakui, Jawa Timur merupakan salah satu penopang ekonomi nasional. Menurutnya, pertanian adalah jawaban dalam rangka ketahanan ekonomi, bahkan mengakselerasi ekonomi yang ada. 

“Saya kira, Jawa Timur, dengan langkah Ibu Gub yang luar biasa di bidang pertanian. Tidak hanya Porang. Kita mampu membuat ekonomi lebih baik, salah satunya adalah pertanian. Dan Porang adalah jenis tanaman yang ada di hutan, khususnya hutan tropis. Tidak banyak negara yang memiliki seperti itu,” urai Syahrul.

Oleh karena itu, lanjut Syahrul, Presiden Jokowi membuat upaya maksimal, untuk menjadikan Porang ini salah satu komoditas andalan Indonesia yang baru. Sejak 2020, Kementan memasukkan Porang dalam komoditas pertanian. 

“Saya mengapresiasi kecekatan Ibu Gubernur yang telah terlebih dulu mendorong budidaya Porang oleh para petani, salah satunya di Madiun. Intervensi awal komoditas Porang cukup besar. Dan pak Presiden minta kami  memberi intervensi  modal,” ungkap Mentan.

Pada kesempatan yang sama, Menko PMK RI Muhadjir Effendy meminta kepastian Menteri Pertanian agar nanti perkembangan industri dan pertanian porang harus menjamin kesejahteraan masyarakat petani porang.

“Jangan sampai porang jadi komoditas nasional justru nasib petani porang semakin terpuruk,” pintanya.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pertanian RI juga menyerahkan bantuan senilai total Rp. 11 M kepada Bupati Madiun. Diantaranya, berupa bantuan bibit porang, bibit jagung hibrida, dan bibit padi inbrida.(ima)

Pos terkait