GRJ Desak Mendagri Tegas Agar Rekomendasi Tidak Jadi Macan Kertas

  • Whatsapp
Penyampaian pengaduan GRJ ke Kemendagri. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Sekelompok warga yang tergabung dalam Gerakan Reformasi Jember (GRJ) nekat mendatangi kantor Kementerian Dalam Negeri di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pada Senin, 10 Februari 2020.

Mereka mendesak Menteri Dalam Negeri tegas dengan hasil pemeriksaan khusus yang telah dilakukan terhadap kebijakan Bupati Jember Faida.

"
"

Baca Juga

"
"

“Supaya ada penjatuhan sanksi oleh Mendagri karena rekomendasinya diabaikan oleh Bupati Jember,” kata Wakil Koordinator GRJ Edi Black.

Gerakan Reformasi Jember (GRJ) di depan kantor Kemendagri

Sedangkan, Koordinatir GRJ Kustiono Musri menambahkan, desakan itu supaya rekomendasi Mendagri tidak menjadi ‘macan kertas’.

“Terlihat garang di surat, tapi belum ada tindakan apapun dari Mendagri meskipun tidak ditindaklanjuti oleh Bupati,” sambung Kustiono.

Padahal, semestinya Mendagri sudah memberi sanksi jika dalam tempo 14 hari sejak surat rekomendasi itu sampai ke tangan Bupati.

Rasyid Al Kindy di Biro Pengaduan Masyarakat Kemendagri akan meneruskan laporan GRJ ke Direktorat Jenderal Otonomi Daerah.

“Surat pengaduan GRJ kami terima, dan bisa dipantau perkembangan tindak lanjutnya melalui aplikasi elektronik kami,” terangnya.

Seperti diketahui, Mendagri Tito Karnavian menerbitkan surat bernomor : 700/12429/SJ, tertanggal 11 Nopember 2019.

Surat itu berisi hasil pelaksanaan pemeriksaan khusus, dan juga instruksi yang harus dilaksanakan oleh Bupati Faida.

Post Terkait

banner 468x60