Gagah Soeryo Pamoekti: Mahasiswa Turun Jalan Masih Relevan di Era Industri 4.0

  • Whatsapp
Gagah Soeryo Pamoekti
Gagah Soeryo Pamoekti dan Wagub Jatim Emil Dardak dalam Webinar bertajuk Legislator Muda Berinovasi dalam Mengatasi Tantangan Baru Era Industri 4.0.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG- Gagah Soeryo Pamoekti mendapatkan perhatian istimewa dalam Webinar bertajuk Legislator Muda Berinovasi dalam Mengatasi Tantangan Baru Era Industri 4.0. Hal itu terbukti banyaknya peserta yang memberikan pertanyaan kepada anggota DPRD termuda di Kota Malang ini.

BACA JUGA: Reses Fun Ala Gagah Soeryo Pamoekti, Politisi Nasdem Kota Malang

Baca Juga

BACA JUGA: Inovasi APD SMKN 3 Boyolangu, Emil Dardak Minta Siswa dan Guru Patuh Prokes

Pertanyaan yang muncul dari webinar dengan peserta berkisar 200 orang itu antara lain, apakah mahasiswa turun jalan masih relevan dengan era industri 4.0. Selain itu, peserta yang juga mahasiswa bertanya tentang cara mengukur kinerja anggota dewan.

Angota DPRD Kota Malang dari Partai NasDem ini juga langsung memberikan yang tanggapan. Dia menjelaskan, mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan turun jalan hingga saat ini masih relevan meski era industri 4.0

“Saya kira masih efektif. Kalau langkah itu dilakukan untuk membuka telinga pengambil kebijakan, bagus saja,” terang Gagah.

Dia juga setuju dengan aksi turun jalan. Namun dia sangat menyayangkan jika aksi turun jalan melanggar Undang-undang atau hak orang lain. Pada dasarnya kebebasan itu tetap dibatasi hak orang lain.

Gagah juga menjelaskan, mahasiswa juga memiliki beberapa peran dalam kehidupan. Peran itu antara lain agen perubahan dan kontrol sosial. Langkah mahasiswa dengan turun jalan bisa jadi untuk mengaplikasikan peran itu.

Mahasiswa Bertanya Kinerja Dewan, Ini Jawaban Gagah

Gagah Soeryo Pamoekti

Mengenai cara mengukur kinerja anggota dewan, kata dia, saat ini cukup mudah. Dia menjelaskan, Badan Statistik baik pusat maupun daerah selalu mengeluarkan indeks, seperti indeks perekonomian, kebahagiaan dan lain-lain. Indeks yang dikeluarkan statistik tersebut relevan dengan ukuran kinerja DPRD sebagai bagian pemerintah.

“Indeks-indeks itu dapat diakses dengan mudah era sekarang ini. Lihat saja indeknya berapa, naik apa turun,” kata Gagah Soeryo Pamoekti.

Dia juga menyatakan, legislator muda sudah banyak mendorong pelayanan dengan sistem mudah dan relevan dengan milenial. Sebut saja pelayanan dengan penggunaan teknologi digital atau aplikasi. Dari dorongan kini sudah ada E Sambat di Kota Malang.

E Sambat merupakan aplikasi untuk menjembatani masyarakat sekaligus memudahkan warga kota, khususnya melayangkan aspirasi, saran, kritik, pengaduan hingga pertanyaan kepada pemerintah.

Gagah juga banyak bicara tentang revolusi dari tahun ke tahun. Semua revolusi itu banyak didorong oleh mahasiswa.

Webinar itu juga menghadirkan pemateri, Dr. Emil Dardak, Wakik Gubernur Jatim. Emil Dardak juga membicarakan peran legislator muda dalam era industri 4.0.(wan)

Post Terkait

banner 468x60