Gadis Cantik Ini Babak Belur Dianiaya, Terduga Pelaku Ngaku Tim Inti Gibran

  • Whatsapp
gadis cantik babak belur dianiaya
Terduga pelaku (bermasker) bersama Gibran Rakabuming Raka. Serta foto korban yang babak belur.Foto: Ist/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM-SURABAYA- Gadis cantik bernama Anggriani Chintami Ayu Lestari (32 tahun) babak belur dianiaya. Sesuai laporan polisi, diduga oleh pria bernama Rahardian Zulfikri (RZ), pacarnya. Hingga Rabu (21/10/2020) kasus itu sudah dilaporkan dan ditangani Polsek Lakarsantri Surabaya.

BACA JUGA: Wanita Semarang Dibunuh di Apartemen Puncak Permai Surabaya – Imperiumdaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Aksi GETOL, Polisi Tangkap Ratusan Terduga Penyusup dan Sita Bom Molotov

Kepada korban, pria itu mengaku sebagai tim inti dari Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Dia diduga memukuli Anggriani hingga babak belur pada Kamis (15/10/2020). Gadis cantik ini babak belur dianiaya, terbukti dari foto dan visum.

Laporan Anggriani itu diterima Aiptu Poerwa Wirawan dengan nomor LP-B/238/X/RES.1.6/2020/RESKRIM/Surabaya/SPKT Polsek Lakarsantri. Peristiwa terhadap Anggriani itu terjadi di Apartemen Royal City Loft unit 2xx5. Sekitar Rabu sekitar pukul 22.00 WIB, RZ dan Anggriani masuk ke apartemen.

“Dia (Pelaku, Red) jemput aku dari apartemen temanku,” aku korban Anggriani kepada nusadaily.com.

Setelah masuk ke apartemen pukul 22.00 WIB, pasangan itu ngobrol santai biasa. Peristiwa penganiayaan berlangsung sekitar Subuh di Kamis (15/10/2020). Diawali ada cekcok kecil antara RZ dan Anggriani hingga berujung pemukulan.

“Sekitar tanggal 15 Subuh, aku sama pacarku ini ada keributan kecil. Aku kesel terus banting HP, trus aku dibogem di mataku ini,” Anggriani yang kelahiran Barabai itu.

Karena dibogem, Anggriani mengaku histeris. Sehingga beberapa kali pukulan sempat mendarat padanya.

“Dipukul berkali-kali, pertama dipukul wajah kiriku, kanan pelipis sampai keluar darah segar,” aku Anggriani kepada nusadaily.com.

gadis cantik babak belur dianiaya
Laporan polisi dan foto korban Anggriani. Foto: Ist/nusadaily.com

Anggriani Keluar Apartemen Setelah Pecah Kaca dan Teriak Minta Tolong

Pasca dipukul Anggriani sempat dilarang keluar dari apartemen. Pelaku memanggil dua security apartemen untuk memastikan agar korban tidak keluar dari kamar tersebut. Kemudian setelah security keluar, pelaku ikut keluar sambal mengunci apartemen.

“Aku dikurung, kunci apartemen dibuang di pintu apartemen,” kata Anggriani.

Anggriani berhasil keluar karena memecah kaca apartemen. Kebetulan kamarnya menghadap ke jalan. Sehingga dia teriak-teriak minta dibukakan pintu, akhirnya security naik ke kamarnya.

“Aku telepon Bluebird (taksi, red), minta ke mas taksi agar dibawa ke kantor polisi. Awalnya ke Polsek Wiyung, tapi setelah cek alamat, sama penyidik diantar ke Polsek Lakarsantri,” ungkap Anggriani.

Anggriani berharap kasus ini diproses. Ia mengaku khawatir dan takut karena pelaku punya “akses” Apalagi, pelaku juga mengaku sebagai tim inti dari Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

“Aku hari itu juga visum di RS Bunda diantar pihak Polsek Lakarsantri,” pungkas Anggriani.

Sementara itu RZ ketika ditelepon nusadaily.com mengaku masih rakor. Namun dia memberikan pesan Whatsapp kepada nusadaily.com. Bahwa pihaknya tidak melakukan penganiayaan terhadap Anggriani dan justru akan melaporkan balik korban karena perusakan HP.

“Untuk keterangan lebih lanjut tunggu lawyer sama saudara saya yang dari Mabes saya hadirkan yah pak,” tulisnya kepada wartawan media ini soal dugaan penganiayaan terhadap Anggriani.

Saat ditanya orangnya Gibran, dia bilang tidak ada hubungannya. Saat ditanya teman apa bisnis, dijawab tidak ada urusan dengan pribadinya. Media ini juga menelepon call center Gibran, untuk mengkonfirmasi bahwa benar terduga pelaku adalah tim dari Gibran. Namun telepon dari nusadaily.com belum mendapatkan respons.(ima/cak)

Post Terkait

banner 468x60