Fish Market Festival, Cara Banyuwangi Geliatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir

  • Whatsapp
ikan banyuwangi
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meresmikan Banyuwangi Artweek dan Mandar Food Festival.(istimewa)

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Banyuwangi menggelar Fish Market Festival di kawasan Tempat Penampungan Ikan (TPI) Kampung Mandar. Kegiatan ini dalam rangka menggeliatkan perekonomian masyarakat pesisir yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Di sini pengunjung bisa memilih berbagai jenis ikan, mulai kerapu, baronang, cakalang, kakap dan lainnya hasil tangkapan nelayan yang bisa langsung diolah sesuai selera.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Jaga Pasokan Komoditas Pangan, Kabupaten Bangli Teken MoU Bersama Banyuwangi

Bisa dibakar, digoreng, dikukus atau diolah kuloner lainnya yang bisa langsung dinikmati pengunjung. Harganya pun cukup terjangkau, mulai dari 35 ribu perkilo hingga 75 ribu perkilo.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan event ini merupakan upaya untuk menggerakkan ekonomi apalagi di tengah terpuruknya ekonomi di masa pandemi.

Ipuk menilai tempat ini sangat strategis menjadi destinasi wisata kuliner. Sebab masih dekat dengan perkotaan dan pelabuhan marina boom.

“Saya harap ini menjadi salah satu pusat kuliner seafood, dan menjadi penunjang Marina Boom,” kata Ipuk saat meresmikan Banyuwangi Artweek dan Mandar Food Festival.

Ipuk berpesan kepada warga setempat untuk menjaga kualitas dan kebersihan di wilayah tersebut. Selain itu warga juga menjadi pelayan wisatawan yang baik dengan keramahanya. 

“Semua warga ini nantinya harus murah senyum. Mudah-mudahan event ini menjadi penggerak ekonomi di tengah pandemi,” harap Ipuk.

Kepala Dinas Pariwisata MY Bramuda menambahkan, Kampung Mandar saat ini telah menjadi pusat kuliner olahan laut dan telah ramai pengunjung dan pecinta kuliner maupun wisatawan. Karena selain harganya murah, ikan yang diolah juga harus benar-benar segar.

“Ada sekitar 20 lebih warung olahan ikan  yang rata-rata menghabiskan minimal 10 kilogram ikan hingga 20 kilogram di akhir pekan,” kata Bramuda.

Sementara Camat Banyuwangi M. Lutfi mengatakan pasar ikan di Kelurahan Mandar ini awalnya merupakan lahan berupa rawa yang penuh dengan sampah. Namun saat ini telah menjadi salah satu tempat yang bersih dan pusat perekonomian warga Kelurahan Mandar.

BACA JUGA: Capai 243.032 Warga, Kombinasi Jemput Bola dan Drive Thru Pacu Vaksinasi Banyuwangi

Lanjut Lutfi, adanya pusat kuliner laut di wilayahnya telah mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian warga. Bahkan, ia menyebut sejumlah warga Kampung Mandar beralih profesi dari pekerjaan serabutan menjadi pemilik ataupun pegawai warung seafood.

“Ada pemilik warung yang berawal dari tukang parkir, sekarang telah memiliki 5 pegawai, jika dikalkulasi setidaknya ada 100 pegawai yang terserap dari sentra kuliner Kampung Mandar,” pungkasnya.

Selain olahan seafood di tempat ini juga digelar Banyuwangi Art Week, yang memamerkan berbagai UMKM memamerkan produknya. Mulai dari kaos khas Banyuwangi, batik, makanan olahan, serta kerajinan tangan khas lainnya. (ozi/lna)