Dua Guru yang Mau Pakai Sekolah Galang Dukungan Cabup Banjir Kecaman

  • Whatsapp
Subhan (kiri) dan Heru, dua oknum guru yang memobilisasi GTT-PTT untuk mendukung pasangan cabup-cawabup.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Subhan dan Heru ‘menghilang’ pasca pihak SMPN 1 Gumukmas tegas menolak pemakaian gedung sekolah untuk agenda politik oleh kedua oknum guru tersebut.

Subhan dan Heru adalah dua oknum guru yang berniat menggalang surat dukungan untuk pasangan calon Cabup Faida dan Cawabup Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian) dengan mengundang guru tidak tetap (GTT) serta pegawai tidak tetap (PTT) berkumpul di SMPN 1 Gumukmas.

Baca Juga

Rencananya, para GTT dimintai mengisi form dukungan guna tiket pencalonan Faida-Vian ke Pemilukada Jember 2020 lewat jalur independen.

“Sampai kami semua gelisah. Sekolah tempat pendidikan, bukan untuk kegiatan politik,” keluh Wakil Kepala SMPN 1 Gumukmas Selamet Riyadi.

Kecaman kepada Subhan dan Heru deras mengalir. Justru kecaman datang dari kalangan internal GTT.

Ketua PGRI Jember Supriyono menganggap pelanggaran berat pemakaian sekolah untuk aktivitas politik praktis.

“Ayo hati-hati jangan ikut-ikut, biarkan Pilkada ini mengalir untuk warga Jember yang tidak posisi pegawai,” tuturnya.

Sedangkan Ketua Asosiasi GTT-PTT Jember, Muhamad Abror Budianto menyesalkan perilaku Subhan dan Heru.

“Untungnya terlanjur viral, sehingga acara penggalangan batal. Kalau sampai terjadi di sekolah apa jadinya lembaga pendidikan,” keluhnya.

Ilham mengungkapkan, penggiringan GTT-PTT kearah kegiatan politik telah meresahkan.

“Kami mendesak Dinas Pendidikan Jember dan juga DPRD segera bertindak, karena penggunaan sekolah untuk politik sudah diluar batas,” tuntutnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jember Edi Budi Susilo belum juga memberikan klarifikasi kejadian tersebut.

“Saya cek dulu,” jawabnya sejak siang, hingga petang tidak ada keterangan lanjutan kendati dimintai konfirmasi.

Ketua Komisi D DPRD Jember, Muhammad Hafidi berencana memanggil seluruh pihak terkait.

“Segera kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan untuk menjelaskan duduk persoalannya,” terangnya.

Subhan tidak berada di SMPN 1 Gumukmas tempat dia mengajar saat nusadaily.com datang ke lokasi pada Selasa, 28 Januari 2020.

Bahkan, nomor telepon guru mata pelajaran Agama Islam yang berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) itu dalam kondisi tidak aktif.

Sedangkan, Heru bungkam setelah nusadaily.com menyanggupi tantangannya dengan mengirim screenshoot pesan berisi undangan yang dia turut menyebarluaskan.

Guru yang bertugas di SMPN 2 Gumukmas itu awalnya merasa tidak turut serta menyekenario pertemuan GTT-PTT untuk mendukung pencalonan Faida-Vian.

Justru Heru menuding Subhan aktor yang mengirim pesan undangan ke para guru. “Pak Subhan, bukan saya,” kilahnya.

Dia juga kelimpungan saat ditanya mengapa rencana acara semula di SMPN 1 Gumukmas berubah ke rumah pribadinya?

Kendati demikian, Heru bersikukuh tidak sedang mempolitisasi GTT-PTT. “Acara batal, tidak jadi,” ujarnya. (Sut)

Post Terkait

banner 468x60