dr Joni: Tangani Covid-19 Libatkan Mahasiswa KKN

  • Whatsapp
Dr dr Joni Wahyuhadi, Ketua Rumpun Kuratif Gusgas Covid Provinsi Jatim.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur, akan melibatkan relawan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN). Namun, mereka tidak akan berhadapan langsung dengan pasien Covid, melainkan membantu melakukan pengawasan memakai gadget.

Seluruh pasien dalam pengawasan akan ditangani oleh mahasiswa KKN dan termasuk mereka yang diawasi di rumah.

Baca Juga

Demikian ditegaskan Dr dr Joni Wahyuhadi, Ketua Rumpun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid Pemprov Jawa Timur, dalam siaran persnya di Grahadi, Senin 29 Juni 2020 malam.

Sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo, dalam rangka mempercepat penanganan Covid di Jatim, dua pekan ke depan terutama di Surabaya Raya yang masih tinggi positif Covidnya.

Kata dr Joni, langkah komprehensif percepatan penanganan Covid akan dilakukan terus sesuai instruksi Presiden memberi tenggat dua minggu di Jatim.

Termasuk melibatkan mahasiswa KKN. Nantinya mahasiswa KKN akan memantau dan mengawasi seluruh pasien PDP dan ODP baik yang drawat di RS dan di rumah.

“Mereka kita tugasi memantau dan mengawasi perkembangan melalui gadget,” ujarnya.

Di Jawa Timur, jumlah PDP mencapai 10.535 orang, ODP mencapai 29.477 orang. Mereka ada yang dirawat di rumah, gedung, dan isolasi di RS.

Setiap mahasiswa KKN akan bisa menangani sekitar 3-5 pasien atau penderita Covid yang PDP, atau memantau mereka yang ODP.

Bahkan pihaknya hari ini, akan melakukan rapat gabungan untuk menentukan langkah skenario rumah sakit se Jatim.

“Hospital Disaster Plan, akan diurai hari ini bersama 99 rumah sakit rujukan se Jatim, di dalam HDP itu kita akan tahu berapa bed , ruang dan kemampuan menangani tambahan pasien Covid,” ujar dr Joni.

Sehingga seluruh pasien Covid akan ditangani lebih cepat. Dan rumus selama ini bahwa penanganan cepat pasien akan menentukan kesembuhan pasien.

“Penyakit apapun kalau penanganannya cepat maka kesembuhan tinggi. Penanganan cepat itu artinya, begitu warga sakit langsung datang ke rumah sakit tanpa menunggu beberapa hari, dan langsung ditangani tim.medis,” tegas dr Joni, Direktur RS dr Soetomo Surabaya.(ima/lna)

Post Terkait

banner 468x60