DPRD Jember Berupaya Dongkel Anak Emas Bupati Lama, Duduki Posisi Dirut PDAM

  • Whatsapp
DPRD Jember
Rapat dengar pendapat antara Komisi C DPRD Jember dengan manajemen PDAM.Foto: Sutrisno/nusadaily.com
banner 468x60

NUSADAILY.COM-JEMBER- DPRD Jember berupaya dongkel anak emas Bupati lama. Namanya Ady Setiawan adalah pria paling beruntung di antara orang-orang dekat mantan Bupati Jember, Faida.

BACA JUGA: Supaya Program Pemprov Jatim untuk Warga Jember Tidak ‘Digagalkan’ Lagi – Imperiumdaily.com

Baca Juga

BACA JUGA: Polisi Babat Puluhan Pengedar Narkoba Via Online yang Tumbuh Pesat di Jember – Nusadaily.com

Nama anak emas disematkan salah satu anggota DPRD Jember kepada Ady sapaan akrabnya. Ya, jabatan Ady sebagai Dirut PDAM diperpanjang untuk empat tahun mendatang. Itu hanya beberapa hari sebelum Faida lengser pada 17 Februari 2021 lalu.

Padahal, kolega-kolega Ady nasibnya tidak seberuntung dia. Justru banyak yang tersingkir dan bahkan terpinggirkan seiring tampuk kekuasaan Bupati Jember beralih ke tangan Hendy Siswanto.

Saat ini, muncul desakan oleh parlemen untuk mendongkel Ady dari posisi menterengnya. Suara yang mengemuka agar Hendy menggelar seleksi ulang secara terbuka, serta menambah kursi direksi PDAM menjadi 3 orang.

Alasannya, Ady yang selama ini menjadi pemimpin tunggal PDAM disebut-sebut mengakibatkan perusahaan pelat merah itu cenderung berjalan ‘apa kata dia’. Bahkan, pria yang pernah mencoba maju di Pilkada Kabupaten Grobogan itu dituding kerap kali bertindak politis.

“Iya kita usulkan kepada Kuasa Pemilik Modal (KPM) yakni Bupati Jember untuk open bidding jabatan Direksi PDAM. Tujuannya agar benar-benar profesional, tidak ada lagi anak emas dengan pertimbangan politis,” ujar David Handoko Seto, Ketua Komisi C DPRD Jember, Kamis, 4 Maret 2021.

DPRD Usulkan Open Bidding Posisi Dirut PDAM

David mengingatkan soal peristiwa 2019 silam tatkala Ady berlaku politis. Yakni dengan mencetak kalender PDAM berisi foto Abdul Rochim, suami Faida yang berstatus Caleg DPR RI.

Kemudian, soal dana hibah Kementerian PUPR untuk program pemasangan gratis. Yang di antaranya berujung acara pelesiran di Bali diselingi ‘joget satu jari’. Pelesiran bertepatan masa kampanye Pilkada dan Faida memang calon dengan nomor 1.

“Penyambungan rumah gratis itu ditarik-tarik untuk kepentingan politik ke arah paslon tertentu. Kami harap, hal itu tidak terulang lagi, agar ke depan lebih memberikan kontribusi positif. Kita usulkan kepada bupati, agar direksi minimal 3 orang, karena pelanggan PDAM Jember sudah di atas 30.000 konsumen,” urai David.

Ady membela diri dengan membantah tudingan yang mengarah pada dirinya bertindak politis selama periode bupati Jember sebelumnya. “Kita sesuai mekanisme bisnis. (Tuduhan) itu sama sekali tidak benar,” sergahnya.

Mengenai wacana open bidding terhadap jabatan direksi PDAM, Ady tidak keberatan dan bersedia apabila ternyata nanti posisinya digantikan orang lain. Tatkala masih menjabat sementara ini, dia mengaku sudah berkoordinasi. Yakni guna menyesuaikan program PDAM dengan visi-misi Hendy dan Wabup KH Muhamad Balya Firjaun Barlaman.

“Kalau nanti KPM mengarahkan open bidding, ya sami’na wa atho’na (mendengarkan dan menjalankan) saja. Saya sudah bersurat kepada KPM untuk rapat tinjauan menyesuaikan dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang disusun bupati baru,” kata Ady.(sut/cak)